Mon. Aug 8th, 2022

Sebelum lanjutkan artikel Tata Cara dan Doa Aqiqah Sesuai Al Qur’an dan Sunnah, Sekedar kami info:

Jika anda berminat mencari Jasa Aqiqah Terpercaya dan Profesional dengan harga murah kunjungi website Jasa Aqiqah Jabodetabek

Tata trik aqiqah yang betul sesuai sama arahan Al Qur’an serta Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mesti kita pahami serta diamalkan. Tentulah sebab kita mengharapkan kebaikan serta keberkahan dari kelahiran anak. Mengharapkan pada Allah Ta’ala dari kebaikan serta keberkahan buat anak itu dan kebaikan serta keberkahan buat ke-2  orang tuanya dengan mendapat bakti dari anak.

Tiap-tiap sunnah (arahan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) jelas mempunyai kandungan makna. Walaupun kita tak mesti mengenali maknanya, akan tetapi jelas sudah ada kebaikan serta keberkahan di menjalankannya.

Pastinya banyak orang-tua mengharapkan anak-anaknya jadi anak yang shalih/shalihah, dapat berfaedah buat ke-2  orang-tua, agama dan ummat manusia pada biasanya. Jadi mesti buat orang-tua buat melihat tiap-tiap hak-hak anak antara lain hak buat diaqiqahi dengan tata trik aqiqah yang betul.

Dengan tujuan buat turut sebarkan sunnah dan menolong banyak orang-tua dalam mengenali tata trik aqiqah yang betul sesuai sama arahan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, jadi kami meringkas pengkajian berkaitan tata trik aqiqah sesuai sama arahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tata Trik Aqiqah Sesuai sama Al Qur’an serta Sunnah

Udah kerap kita dapati pada masyarakat tambahan-tambahan sampai pengubahan tata trik aqiqah maka tidak sama dengan sampai menyelisihi sunnah. Seringkali hingga jatuh pada kesyirikan. Oleh sebab itu silakan kita tekuni tata trik aqiqah sesuai sama Al Qur’an serta Sunnah biar jadi amal shalih yang berfaedah di akhirat kedepannya.

Aqiqah tak resmi terkecuali dengan kambing, baik kambing domba atau kambing kacang. Perihal ini berdasar pada sejumlah sejarah hadits antara lain:

“Buat anak laki laki (aqiqah) dua kambing yang seimbang serta buat anak wanita satu kambing.” (HR. at- Tirmidzi, Ahmad, serta yang lain dari Aisyah radhiallahu ‘anha)

Niat “yang seimbang” yaitu seimbang dari segi usia serta hebatnya. (Faidhul Qadir serta Nailul Authar5/158)

Ada atsar kalau sewaktu lahir anak laki laki Abdurrahman bin Abi Bakr ash-Shiddiq jadi disebut pada Aisyah radhiallahu ‘anha, ummul mukminin, “Aqiqahilah dia dengan (menyembelih) unta!” Aisyah berucap, “Saya berlindung pada Allah Azza wa Jalla. Namun demikian, (seperti) apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan (ialah) dua kambing yang seimbang.” (HR. ath- Thahawi serta al-Baihaqi. Asy-Syaikhal-Albani berucap dalam al-Irwa’ kalau sanadnya hasan 4/390)

Al-Hafizh Ibnu Gebuk rahimahullah berucap,

“Menurut saya, tak resmi aqiqah disamping dengan kambing.” (Fathul Bari 9/593)

Tentang hal atsar yang hadir dari Anas bin Malik radhiallahu anhu kalau dia mengaqiqahi anaknya dengan unta, atsar ini benar-benar benar, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf serta ath-Thabarani dalam al-Kabir. Namun demikian, kawan akrab Anas radhiallahu anhu di sini tak menuturkan apa itu yaitu tingkah laku Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta ucapannya atau tidak. Oleh karena itu, kita ambil yang pasti dari perkataan serta tingkah laku Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ialah tata trik aqiqah yang betul yaitu dengan menyembelih kambing.

Berapakah jumlah kambing yang disembelih buat bayi laki laki serta bayi wanita dalam implementasi aqiqah?

Ada ketaksamaan saran di golongan banyak ulama di dalam perihal ini.

Saran jumhur ulama,
Mereka berasumsi kalau dalam tata trik aqiqah yang betul, buat bayi laki laki disembelih dua ekor kambing serta wanita cukup seekor kambing.

Perihal ini dengan kaidah hadits Ummu Kurz Al Ka’biyyah beliau berucap: saya dengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Buat anak lelaki dua ekor kambing yang serupa, serta anak wanita satu ekor kambing.” [HR. Ahmad, At Tirmidzy, Ibnu Hibban serta sahih]

Saran Ke-2 :

Saran sejumlah ulama seperti Al Hasan Al Bashri serta Qotadah, mereka berasumsi kalau buat bayi wanita tak disyariatkan aqiqah untuk dia.

Akan tetapi saran ini yaitu saran yang tertolak serta tergoyahkan dengan dalil-dalil yang menuturkan kalau aqiqah disyariatkan buat bayi laki laki serta bayi wanita.

Saran Ke-3 :

Saran Imam Malik, beliau berasumsi kalau bayi laki laki serta bayi wanita sama seekor kambing, berdalil dengan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berucap:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

“Kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih aqiqah buat Al Hasan serta Al Husain satu domba, satu domba.” [HR. Abu Dawud dari shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma]

Abu Hatim rahimahullah berucap kalau hadits ini dihukumi selaku hadits yang dha’if (kurang kuat) sebab sanad hadits ini mursal. Maka yang shahih dari demikian sejarah hadits ini yaitu tanpa ada penyebutan jumlah kambing buat aqiqah Al Hasan serta Al Husain.

Jadi saran yang kuat dalam masalah ini yaitu saran jumhur ulama, sebenarnya sunnah aqiqah tidak tercukupi terkecuali dengan menyembelih dua ekor kambing buat bayi laki laki serta seekor kambing buat bayi wanita, akan tetapi apabila memang tidaklah dapat jadi bisa buatnya menyembelih satu kambing. Berdasar pada firman Allah:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Jadi bertakwalah kamu pada Allah menurut kesiapanmu” [Ath Thaghabun: 16]

Tata Trik Aqiqah : Waktu Aqiqah
Tata trik aqiqah berkaitan persoalan waktu penjagalan yaitu dalam hari ke-7  dihitung dari hari kelahirannya. Berdasar pada hadits Nabi shallallahu aalaihi wa sallam:

“Tiap-tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih buatnya dalam hari ke-7 nya.” ( HR. Abu Dawud no. 2838 dari Samurah bin Jundub radhiallahu ‘anhu. Tonton Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 1522)

Berdasar pada hadits ini serta selain, waktu penjagalannya yaitu dalam hari ke-7  serta jangan dikerjakan sebelumnya hari ke-7 . Seandainya tak dapat menyembelih dalam hari ke-7 , ia menyembelih setiap saat dia dapat selaku suatu yang mesti. (al-Muhalla 7/523)

Seandainya ia anyar dapat menyembelih seusai hari ke-7 , dia mengerjakannya setiap saat dia dapat tanpa ada memastikan hari spesifik. Tentang hal yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau beliau bersabda (yang artinya), “Disembelih dalam hari ke-7 , hari ke-4 belas, serta hari ke-2  puluh satu,” hadits ini kurang kuat maka tak dapat jadi asas hukum. Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan (9/303) serta ath-Thabarani dalam Mu’jam ash-Shaghir dari hadits Buraidah radhiallahu ‘anhu. Dalam sanadnya ada rawi yang memiliki nama Ismail bin Muslim al-Makki, ia dhaif (kurang kuat). (tonton Irwaul Ghalil4/395)

Disunnahkan waktu menyembelih hewan aqiqah dengan membaca:

بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Besar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan

(Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dariMu serta buatMu. Ini yaitu aqiqoh fulaan)
Penyebutan ‘fulaan’ itu ditukar berikut nama anak yang diaqiqohi itu.

Pengkajian tata trik aqiqah kesempatan ini yaitu terkait bagikan daging aqiqah. Daging hewan aqiqah dikasihkan ke banyak tetangga serta beberapa orang miskin. Orang yang mengaqiqahi serta keluarganya diizinkan mengonsumsi sejumlah daging itu.

Daging aqiqah bisa diberikan pada situasi masih mentah atau udah masak. Sampai, bisa pun diolah dengan di gabung suatu disamping daging aqiqah.

Akan tetapi, diberikan pada situasi masak pastinya lebih bagus sebab tak menyulitkan banyak tetangga serta beberapa orang miskin buat mengolahnya. Karena itu, diinginkan mereka lebih puas sebab tak usah sibuk mengolahnya. (tonton Tuhfatul Maudud hlm. 50 serta 55 cet. al-Mu’ayyad)

Diizinkan pun ia mengundang orang buat mengonsumsi daging aqiqah. Perihal ini berdasar pada atsar Mu’awiyah bin Qurrah, dia berucap, “Sewaktu lahir anakku, Iyas, saya mengundang sebagian orang kawan akrab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, setelah itu saya berikan mereka makan….” (Shahih al-Adab al-Mufradno. 950)

Akan tetapi, dijelaskan kalau perjamuan yang tak berkaitan dengan syariat, cuma kebiasaan. Jadi yang begitu bisa dilakukan waktu:

a) Tak memperberat
b) Tak ada kepercayaan spesifik kalau perjamuan itu dapat menimbulkan perihal spesifik (menampik tragedi, dan sebagainya).
c) Orang yang tinggalkan atau mungkin tidak menjalankannya tidak dicela.
d) Tak ada sejumlah acara partisan didalamnya yang mempunyai kandungan kesyirikan, acara yang diada-adakan yang dikira beribadah, atau kemaksiatan.
e) Tak menjadi sunnah (tradisi tanpa henti serta jadikan syiar)

Makna Aqiqah
Aqiqah yaitu beribadah, semuanya beribadah mempunyai kandungan pengertian serta makna. Di antara makna mengerjakan aqiqah yaitu:

Hidupkan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang beliau melakukan serta beliau perintahkan umatnya buat mengerjakannya.
Wujud berkurban buat anak buat mendekatkan pada Allah Azza wa Jalla di waktu awalan dia lahir di dunia.
Aqiqah bakal membebaskan anak dari posisinya yang tergadaikan sama dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
“Semuanya anak tergadaikan dengan akikahnya.” (Benar, HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai, serta Ibnu Majah).”

Info Lainnya kunjungi jasa layanan aqiqah terpercaya dan profesional

By nasya