Psikologi Anak Yang Saat Pertumbuhan Yang Harus Diketahui Mama

Anak merupakan anugerah luar biasa yang diberikan oleh Tuhan. Dengan kelahirannya otomatis akan merubah kehidupan sang mama. Tentu bagi seorang ibu hal yang paling membahagiakan adalah melihat tumbuh dan kembang anak setiap periodenya. Sebut saja belajar merangkak, duduk, berjalan, hingga berlari.

Tumbuh kembang anak tidak hanya diartikan sebagai perubahan fisik saja. mengingat anak juga memiliki pertumbuhan psikologis dan emosi yang tidak nampak. Psikologi ini mulai dirasakan sejak kelahiran sang bayi. Namun, untuk perasaan dimulai sejak anak berusia 3 tahun. Psikologi perkembangan anak ini begitu beragam saat tumbuh da kembangnya. Berikut merupakan psikologi anak yang harus mama ketahui.

Trust Dan Mistrust

Tahapan psikologi anak yang pertama adalah masalah percaya tidak percaya. Tahapan ini dikenal dengan istilah trust dan mistrust yang menjadi tahapan paling fundamental dalam perkembangan sang buah hati.

Tahapan kepercayaan ini akan diisi dengan mengembangkan sikap percaya dan juga tidak percaya pada sesuatu. Kondisi tersebut disebabkan karena pengaruh faktor luar layaknya lingkungan dan keadaan sosial.

Salah satu keadaan sosial yang sangat berhubungan terhadap psikologi anak adalah hubungannya dengan orang tua khususnya mama. Cara pengasuhan seorang ibu memiliki dampak yang begitu nyata terhadap pembentukan karakter anak dan juga identitas si kecil.

Sebagai ibu, Anda harus senantiasa memberikan kasih sayang, rasa aman, dan juga sikap yang halus terhadap si anak. Hal tersebut akan menumbuhkan tingkat percaya anak. Sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi pemberani dan juga penuh akan harapan.

Tahapanan Autonomy, Shame, And Doubt

Setelah tahapan kepercayaan dapat terlewati, maka anak akan melewati tahapan psikologi lain yakni kemandirian, malu serta keraguan. Tahapan ini biasanya akan dilewati pada usia 1 hingga 3 tahun. Si kecil akan belajar terkait konsep kemandirian, malu-malu, hingga ragu-ragu dalam setiap keputusan yang mereka ambil.

Mama mulai bisa mengajarkan kemandirian pada anak dengan mengajari makan sendiri, membersihkan meja, hingga buang air kecil seorang diri. Jangan lupa juga selalu ajarkan aktivitas yang ibu lakukan dengan tujuan merangsang anak agar mandiri dan berani.

Tahapan Initiative Dan Guilt

Setelah berhasil melewati tahap mandiri, maka anak akan segera melewati tahapan psikologi berupa initiative dan guilt. Tahapan ini aka muncul setelah anak mampu membiasakan hidup mandiri. Biasanya rentang ini akan muncul saat anak mulai berusia 3 hingga 5 tahun.

Setelah anak mandiri, maka anak akan memikirkan terkait inisiatif dan juga pekerjaan lain yang ia lakukan. Biarkan si kecil bereksplorasi terkait apa yang ia fikirkan. Selain itu, si kecil juga mulai mengerti terkait rasa bersalah yang menyerang dirinya.

Mama dapat mulai mengajari anak terkait mana yang benar dan salah. Jangan ragu untuk menegur jika si kecil melakukan kesalahan. Selain itu, ajarkan juga pada anak bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Sehingga anak lebih terbiasa nanti jika dihadapkan pada sebuah masalah.

Tahapan perkembangan diP atas tentu tak bisa dilewatkan begitu saja. pastikan setiap tahapan dilalui dengan memuaskan. Jangan lupa untuk memberikan dukungan melalui pemenuhan gizi seimbang. Salah satunya menggunakan susu Nutrilon Royal yang hadir dengan omega3, omega6, hingga zat besi yang mampu mendukung kemampuan si kecil.