Wed. May 25th, 2022

Minyak tanah atau kerosene merupakan tidak benar satu bahan bakar tempat tinggal tangga utama penduduk Indonesia sampai th. 2006. Namun sementara ini, bersama terdapatnya program pemerintah yaitu pengalihan bahan bakar minyak khusunya minyak tanah ke bahan bakar gas menyebabkan bahan bakar satu ini sudah sangat sulit ditemui di pasaran, walapun tersedia tetapi miliki harga yang cuku mahal lebih-lebih lebih mahal berasal dari gasoline (bensin).

Saat ini pemakaian fraksi minyak bumi ini lebih dipriotaskan untuk kepentingan penerbangan yaitu sebagai bahan bakar pesawat yang kebanyakan dikenal sebagai Avtur (Aviation Turbine) serta bahan bakar roket. Dengan demikian, pastinya pengolahan kerosen miliki step yang lebih tertentu sampai menghasilkan product avtur.

Proses Pengolahan Kerosene dan Sifat-sifatnya

Minyak tanah (kerosene) adalah tidak benar satu jenis cairan hydrokarbon yang enteng terbakar bila terkena sumber api bersama temperatur tertentu. Produk hasil olahan minyak bumi ini dihasilkan berasal dari proses distilasi bertingkat tepatnya terhadap suhu 150°C sampai 275°C atau terhadap rentan rantai karbon C12-C15.

Selain digunakan sebagai bahan bakar lampu minyak dan komopor, sekarang ini pemakaian kerosen lebih dipriotitaskan sebagai bahan bakar kendaraan bermesin jet dan roket. Umumnya fraksi kerosen untuk penerbangan kebanyakan dikenal sebagai Jet-A, Jet-B, JP-4 dan JP-8. Sementara untuk bahan bakar roket diberi kode RP-1 yang menggunakan dukungan oksigen cair dengan Water Meter BR dalam step pembakarannya.

Sama seperti fraksi minyak bumi lainnya, kerosene diperoleh berasal dari proses distilasi minyak mentah. Distilasi merupakan step pembelahan fraksi-fraksi minyak bumi seperti naptha, diesel, kerosene, gas dan residu berdasarkan bersama titik didihnya .

Setelah lewat step distilasi, setelah itu kerosene dapat dioah secara tertentu terhadap suatu unit hydrotreater atau kerap juga disebut Merox bersama tujuan kurangi kandungan belerang (sulfur) serta senyawa-senyawa lain yang dianggap sebagai pengotor terlebih yang mampu menyebabkan pengkaratan.

Selain menggunakan metode hydrotreating, kerosene juga mampu dihasilkan bersama metode hydrocracking. Secara lazim hydrocracking diambil kesimpulan sebagai proses pemotongan/perengkahan rantai karbon bersama tujuan mengkonversi umpan jadi product bersama dukungan katalis dan gas hydrogen.

Metode ini digunakan untuk tingkatkan stuktur terhadap fraksi minyak sehingga mampu sesuai bersama spesifikasi bahan bakar minyak. Perlu juga kita ketahui bahwa minyak tanah kerap juga digunakan sebagai campuran di dalam produk-produk pembasmi serangga.

 

Sifat-Sifat Kerosene

Penggunaan kerosene sebagai bahan bakar jet kudu sesuai bersama standar yang sudah ditetapkan, terlebih terhadap titik beku (freezing point) dan titik asap (smoke point). Hal selanjutnya sangat beralasan, bila saja freezing point, alasannya dikarenakan disaat pesawat sedang mengudara dan berada terhadap temperatur yang dingin, situasi selanjutnya mampu menyebabkan bahan bakar mengalami pembekuan sehingga mampu menyebabkan gangguan kinerja terhadap mesin pesawat. Sementara untuk titik asap, standarisasi ini lebih mengarah ke segi lingkungan, yaitu memiliki tujuan untuk meminimalisir munculnya asap berasal dari hasil pembakaran bahan bakar pesawat.

Minyak tanah miliki karakter fisik yang tidak serupa bersama bensin maupun minyak gas, karakter fisik minyak tanah yakni:

Rentang titik didih berada terhadap kisaran 175°C sampai 284°C
Berat jenis 0,7 sampai 0,83
Minyak mentah kebanyakan punya kandungan fraksi kerosen bersama kisaran 5-25%, sementara dalam kerosene punya kandungan senyawa naften, parafin, aromatik dan senyawa sulfur. Besar kecilnya kandungan senyawa selanjutnya dalam minyak tanah sangat berpengaruh terhadap sifar-sifat minyak tanah. Terdapat lebih dari satu karakter yang kudu dimiliki minyak tanah seperti kekentalan, titik asap, titik beku, titik nyala, karakter pembakaran, kandungan belerang, bau serta warna yang khas.

 

Pengolahan Kerosene

Terdapat 2 proses utama pengolahan minyak tanah yaitu pencucian bersama menggunakan asam sulfat dan proses adeleanu, selanjutnya penjelasannya masing-masing:

 

1. Pencucian Menggunakan Asam Sulfat

Fungsi berasal dari pencucian bersama menggunakan serupa sulfat ini ialah untuk memahami kuantitas kandungan belerang serta senyawa-senyawa lain yang mampu menimbulkan kerak dan memengaruhi warna terhadap kerosene. Biasanya proses menambahkan asam sulfat ini dlakukan sampai lima kali, sesudah itu dapat dicuci bersama air dan soda.

 

2. Proses Adeleanu

Pada prinsipnya, tindakan ini hanya meruapakan proses ekstraksi senyawa aromatik bersama menggunakan belerang dioksida.

Kedua step selanjutnya merupakan step utama proses pengolahan minyak tanah terhadap kilang minyak sampai dihasilkan product berasal dari fraksi kerosene bersama spec tertentu. Demikianlah ulasan kali ini berkenaan pengolahan kerosene dan sifat-sifatnya.

 

By toha