Thu. Sep 29th, 2022

Dalam memulai usaha dan usaha, seringkali diketemukan kewajiban untuk bayar pajak. Apa pajak UMKM berlaku?

Usaha Micro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam kemajuan ekonomi Indonesia. Karena, barisan ini mempunyai jumlah yang terbanyak dibandingkan unit usaha lain.

Berdasar data Tubuh Koordinir Penanaman Modal, UMKM mempunyai kontributor pada PDB yakni sejumlah 61,97% dari keseluruhan PDB nasional atau sama dengan Rp8.500 triliun di tahun 2020.

UMKM mempernyerap 97% tenaga kerja di tahun yang serupa. Demikian vitalnya peranan UMKM jadikan pemerintahan di beberapa wilayah selalu usaha menampung dan memberi support atas perkembangan UMKM.

Sebagai pendorong roda ekonomi, UMKM sebagai unit usaha yang paling bermacam. Dimulai dari penjual keliling sampai home industry. Tetapi, apa pajak UMKM diterapkan sama dengan unit usaha lain?

Hal itu pasti perlu dimengerti oleh semua aktor UMKM dalam jalankan upayanya. Baca keterangan berikut, yok!

 

Pahami Proses Pajak UMKM

Untuk beberapa aktor usaha, untuk ketahui apa unit usahamu terserang pajak atau mungkin tidak, pertama kali kamu harus pahami apa usahamu terhitung UMKM ataulah bukan.

Diringkas dari Undang-Undang No. 20 tahun 2008, UMKM ialah usaha ekonomi produktif yang berdiri dengan sendiri dan digerakkan oleh perseorangan atau tubuh usaha yang mempunyai persyaratan tertentu.

Selainnya istilah UMKM, dalam undang-undang itu diterangkan berkenaan pemahaman usaha micro, usaha kecil, dan usaha menengah. Tulis penuturannya, ya!

 

1. Usaha Micro

Usaha produktif punya orang perseorangan dan/atau tubuh usaha perseorangan yang penuhi persyaratan tertentu. Omset /tahun tidak lebih dari Rp300 juta.

 

2. Usaha Kecil

Usaha ekonomi produktif yang berdiri dengan sendiri. Umumnya, digerakkan oleh orang perseorangan atau tubuh usaha yang bukan anak perusahaan ataulah bukan cabang perusahaan yang dipunyai, terkuasai, atau jadi sisi baik langsung atau tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang penuhi persyaratan tertentu. Omset /tahun tidak lebih dari Rp2,5 miliar.

 

3. Usaha Menengah

Usaha ekonomi produktif yang berdiri dengan sendiri, yang digerakkan oleh orang perseorangan atau tubuh usaha yang bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dipunyai, terkuasai, atau jadi sisi baik langsung atau tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dalam jumlah kekayaan bersih atau hasil pemasaran tahunan tertentu. Omset /tahun tidak lebih dari Rp50 miliar.

Disamping itu, diringkas dari Investopedia usaha miko ialah usaha kecil yang mempunyai kurang dari 10 karyawan dan mempunyai modal yang mengambil sumber dari utang bank atau dana individu.

Selanjutnya, usaha kecil ialah usaha yang mempunyai kurang dari 50 karyawan, dan usaha menengah ialah usaha yang mempunyai kurang dari 250 karyawan.

Dalam PP No. 23 tahun 2018, UMKM dengan omset bruto di bawah Rp4,8 miliar /tahun bisa dikenai biaya PPh sebesar 0,5% dari pendapatan bruto.

Buat PT tidak lagi susah menggunakan jasa pembuatan pt terlengkap Izinin. Sewa virtual office murah dan lokasi yang terjangkau hanya di https://vorentoffice.co.id.

 

Peralihan Pajak UMKM Saat Pandemi

UMKM mempunyai peran penting dalam ekonomi warga. Wabah yang menerpa beberapa lalu mempunyai imbas jelek untuk aktor UMKM.

Sebagian besar unit usaha UMKM alami pengurangan omset, pengurangan karyawan, bahkan juga ada yang berbuntut pada penutupan usaha. Tetapi, di tahun 2021 beberapa aktor usaha UMKM mulai bangun.

Sebagai bentuk support pemerintahan ke aktor UMKM, dibuatlah peraturan mengenai batas penghasilan bruto yang tidak terkena pajak.

Dalam Undang-Undang Harmonisasi Ketentuan Perpajakan (UU HPP) Pasal 7 ayat (2a), disebut jika Harus Pajak orang individu tidak dikenakan Pajak Pendapatan atas peredaran bruto s/d Rp500 juta /tahun.

Maknanya, aktor UMKM dengan penghasilan kotor tidak lebih dari Rp500 juta /tahun tidak dikenai pajak UMKM alias bebas pajak. Ketentuan ini mulainya berlaku di tahun 2022.

Tetapi, jika omset /tahun telah di atas Rp500 juta, karena itu dikenai pajak UMKM dengan biaya 0,5% dan memiliki sifat final.

 

Keutamaan Mendaftarkan Sebagai UMKM

Status unit usaha UMKM tentu saja tidak cuma tiba dari claim sepihak saja. Status UMKM ini bisa didaftarkan dengan cara sah dan legal.

Bila tercatat sebagai UMKM, kamu dapat memperoleh kontribusi dana usaha, keringanan mendapatkan partner usaha, dan mendapati karyawan yang trampil.

 

Bagaimana cara daftar UMKM? Berikut beberapa langkahnya.

Masuk ke situs https://oss.go.id, bila belum mempunyai account kamu dapat membuat account baru lebih dulu.

Click “Hal pemberian izin Usaha,” selanjutnya click “Perorangan.”

Click tulisan “Registrasi NIB (Nomor Induk Usaha) Perorangan Micro” untuk usaha micro perorangan, atau click tombol “Registrasi NIB Perorangan Kecil” untuk usaha kecil perorangan.

Teruskan proses NIB dan Ijin Usaha.

Melengkapi formulir Data Profile.

Bila telah berisi, click “Taruh” dan click “Teruskan.”

Kamu akan ditujukan ke formulir Data Usaha, click tombol “Lebih Usaha.”

Melengkapi data yang dibutuhkan dalam formulir Data Usaha, lalu click “Taruh,” selanjutnya click “Seterusnya.”

Bila kamu mempunyai lebih satu UMKM, click “Lebih Usaha,” lalu click “Seterusnya.”

Seterusnya kamu dapat mengirim permintaan Ijin Lokasi dan Ijin Lingkungan lewat formulir Loyalitas Prasarana Usaha, selanjutnya click “Seterusnya.”

Sesudah isi data NIB dan Ijin Usaha, kamu dapat menyaksikan ringkasan datanya dan preview draft NIB, Ijin Lingkungan, Ijin Lokasi, dan Ijin Usaha di Draft NIB dan Ijin Usaha. Apabila sudah, seterusnya contreng kotak disclaimer,lalu click “Proses NIB.”

Sesudah menuntaskan beberapa langkah itu, seterusnya kamu perlu mengurusi Ijin Komersil atau Operasional.

Pengurusan ijin komersil ini memiliki sifat opsional. Bila kamu ingin mengurusinya, baca beberapa langkah di bawah ini.

Click menu Permintaan > IUMK > Ijin Komersil/Operasional.

Selanjutnya tentukan nomor NIB atau Nama Aktivitas Usaha, lalu click “Tentukan NIB.”

Setelah daftar aktivitas usaha ada, click “Tentukan Aktivitas Usaha.”

Lalu tentukan “Ijin Komersil/Operasional.”

Melengkapi data yang dibutuhkan, selanjutnya click “Lanjut dan Taruh.”

Saksikan draft Ijin Komersil/Operasional dengan click “Preview Ijin.” Selanjutnya, click “Lanjut dan Taruh.”

Cara paling akhir yakni click “Preview Ijin Komersil/Operasional” yang baru diedarkan OSS pada Output Ijin Komersil/Operasional.