Prinsip-Prinsip Akuntansi Syariah Beserta Penjelasannya

Prinsip-Prinsip Akuntansi Syariah Beserta Penjelasannya

Prinsip-Prinsip Akuntansi Syariah

Prinsip Pertanggungjawaban

Secara kongkret transaksi yang dilaksanakan seorang pebisnis mesti dipertanggungjawabkan, nah salah satunya merupakan melalui laporan finansial atau laporan akuntansi.

Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan dalam akuntansi ini mempunyai dua pengertian. Pertama merupakan keadilan yang sehubungan dengan praktik moral, yakni kejujuran yang merupakan hal yang paling dominan. Tanpa kejujuran ini, informasi akuntansi yang disajikan bakal menyesatkan dan paling merugikan masyarakat.

Kedua kata adil mempunyai sifat lebih mendasar “dan tetap berpijak pada nilai-nilai etika/syari’ah dan moral”, definisi kedua berikut yang lebih adalahsebagai pendorong untuk mengerjakan upaya-upaya dekonstruksi terhadap bangun akuntansi modern mengarah ke pada bangun akuntansi “alternatif” yang lebih baik.

Prinsip Kebenaran

Prinsip kebenaran akan membuat keadilan dalam mengakui, mengukur dan mengadukan transaksi-transaksi ekonomi. Contohnya pada kegiatan pengakuan, pengukuran dan pelaporan yang pasti saja bakal berjalan dengan baik andai dibarengi dengan rasa kebenaran.

Prinsip Filosofis Akuntansi Syari’ah

Untuk penetapan konsep dasar teori akuntansi syariah didasarkan pada prinsip filosofis. Sedangkan prinsip filosofis secara implisit diturunkan dari konsep faith, knowledge dan action yang berasal dari nilai-nilai tauhid. Berkut ini ialah penjelasan tentang prinsip filosofis tersebut.

Prinsip Filosofis Humanis

Akuntansi syariah mempunyai prinsip yang manusiawi atau dapat dicerna dan dipelajari oleh manusia. Hal ini memilki makna bahwa akuntansi syariah bukanlah urusan yang asing yang lantas menjadi mengherankan di masyarakat.

Dalam prinsip filosofis humanis ada konsep dasar intrumental dan socio-economic. Konsep dasar intrumental ini didapatkan dengan dasar pemikiran bahwa Akuntansi Syari’ah adalahinstrumen yang bisa dipraktikkan di dalam dunia nyata.

Dengan demikian instrumen ini memiliki hubungan dengan nilai-nilai masyarakat yang membina dan mempraktikannya. Sedangkan konsep dasar socio-economic menunjukkan bahwa teori Akuntansi Syari’ah tidak memberi batas wacana yang dimilikinya pada transaksi-transaksi ekonomi saja, tetapi pun mencakup “transaksi-transaksi sosial”. Dalam transaksi sosial ini mencakup transaksi mental dan spiritual dari sumber daya yang dipunyai oleh entitas bisnis.

Prinsip Filosofis Emansipatoris

Emansipatoris berarti bahwa akuntansi syariah mempunyai prinsip guna membebaskan insan daripada belenggu ideologi semu. Akuntansi syariah yang mengenal adanya evolusi yang signifikan mengupayakan untuk mengerjakan perubahan pemikiran yang awalnya sempit dan terbatas saat menyaksikan bidang akuntansi ini dapat menyaksikan akuntansi secara luas, holistik, dan tercerahkan.

Dalam prinsip filosofis ada emansipatoris, adapun konsep dasar dari emansipatoris diantaranya konsep dasar critical dan konsep dasar justice. Konsep dasar critical menyerahkan dasar pemikiran bahwa konstruksi teori akuntansi syariah tidak mempunyai sifat dogmatis dan eksklusif.

Konsep ini mesti diterapkan pada akuntansi, sebab sifat kritis sagat dibutuhkan dalam akuntansi, supaya kita dapat menilai secara rasional kekurangan dan keunggulan akuntansi modern. Dalam akuntansi pun ada konsep dasar justice, guna guna aspek-aspek urgen dalam akuntansi yang didudukan secara adil.

Prinsip Filosofis Transendental

Transdental maksudnya ialah bahwa teori akuntansi syari’ah bisa melintas batas disiplin ilmu akuntansi tersebut sendiri, selain tersebut akuntansi syariah pun dapat berhubungan dengan bidang ilmu lainnya laksana ekonomi, sosiologi, psikologi, entologi, antropologi, dan bidang ilmu yang lainnya.

Kemudian selain tersebut akuntansi syariah pun mencakup pada objek yang non materi pun melingkupi mental dan spiritual, maksudnya disini ialah akuntansi syariah terus menjalani pendekatan dengan bidang ilmu yang beda untuk menjangkau emansipatoris tadi.

Dalam prinsip filosofis transendental ada konsep dasar all-inclusive dan rational-intuitive. Konsep dasar all-inclusive menyerahkan dasar pemikiran bahwa kontruksi teori Akuntansi Syariah mempunyai sifat terbuka.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/