Thu. Sep 29th, 2022

Dalam piping design atau perencanaan system pemipaan tidak lah sesuai selera kita. Tapi semua tersedia guidenya, aturanya sehingga pipa berikut tidak hanya berfungsi, namun memiliki nilai lain. Nilai lain disini adalah seperti kemanan, akses pengoprasiannya dan lain sebagainya seperti yang akan kami bahas.

Kalau kami menyaksikan sebuah plant (unit pengolahan), entah itu di televisi atau disekitar anda. Kita akan menyaksikan berbagai macam lapisan pipa Flow Meter Tokico, yang tentu saja pipa pipa berikut di susun bersama sebuah perancangan yang matang, bersama sebuah design. Ditambah lagi hirarki dalam pengecekkan system berikut terlalu ketat, yang nantinya diinginkan dapat beri tambahan system perpipaan yang baik dan mencukupi lebih dari satu segi diantaranya :

1. SAFETY

Safety atau keamanan jadi pertimbangan pertama dalam mendesain pipa. Karena betapapun hebatnya sebuah plant, tetap nilai manusia tetap lebih tinggi. Plant berikut dapat berdiri sebab manusia, plant berikut dapat beroperasi juga sebab manusia. Jadi segi manusia disinilah yang paling utama. Lagi pula, betapapun besar gaji yang di tawarkan, namun jikalau sistem pemipaan yang tersedia diplant berikut tidak memilikin keamanan, siapa yang rela bekerja di situ?

Safety disini adalah sistem pemipaan harus dapat menjamin personil untuk dapat keluar berasal dari segala bahaya yang mengacam tanpa terluka. Bahaya atau hazard disini dapat disebabkan oleh api, ledakan, gas ataupun kebocoran berasal dari cairan beracun, ia harus dapat berlindung atau mencegah hingga semua bahaya berikut hilang.

Planning dalam safety disini mencakup akses untuk menjangkau fire fighter (pemadam), menempatkan pendeteksi api dan juga hidrannya, beri tambahan cukup tangga untuk akses yang udah suai bersama OSHA, menempatkan ruang pembakaran yang cukup jauh berasal dari mungkin terjadinya kebocoran, dan beri tambahan cukup ruang sirkulasi udara.

Singkatnya safety harus mampun mempertimbangakan lebih dari satu keperluan yakni seperti penempatan equipment juga pula ketingiannya, akses jalan, akses untuk tangga dan lain sebagainya. Karena hal berikut nantinya akan berpengaruh terhadap keselamatan kerja.

 

2. OPERABILITY

Maksud berasal dari operability disini adalah nantinya sistem pemipaan berikut harus dapat di operasikan bersama mudah. Valve, instrument, dan lebih dari satu ekuipment dan peralatan spesifik pelu dipertimbangan bersama masak bagaimana cara mengaksesnya. Kita harus dapat membayangkan, bagaimana nanti si operator di lapangan mengoprasikannya? enteng tidak untuk di operasikan. Semua itu harus dapat di akeses tanpa merepotkan atau membahayakan bagi peronilnya.

Coba menyaksikan gambar di atas, jikalau hingga valve di gunakan seperti itu dapat dibayangkan bagaimana nanti mengoprasikannya. Si operator tentu akan susah dalam mengunakannya. Sebaiknya penempatan valve yang akan dioperasikan berada sejajar sementara operator berdiri. Poisis handwheel valve dapat di putar atau digunakan bersama tenaga yang ringan, tanpa harus membawa dampak kelelahan atau mungkin susah akibat valve berikut bedekatan bersama valve lain atau bahkan bersama ekuipment.

 

3. MAINTENANCE

Setiap ekuipment harus untuk pemeriksaan dan perbaikian teratur sehingga dapat bekerja bersama baik. Oleh karenanya harus untuk merancang penempatan ekuipment yang tidak terhalang apa-pun terhadap sementara ekuipment berikut akan di ganti, di ubah atau dibongkar. Pada dasarnya kekuatan untuk sadar apakah ekuipment berikut harus untuk di maintain, bagian apa saja yang akan di maintenance dan berasal dari segi mana sistem maintenancenya bukanlah perkara enteng bagi seorang designer baru. Oleh karenanya, jam terbang akan pengaruhi seorang designer sadar desain mana yang sesuai untuk ekuipment tersebut.

 

4. ACCESSIBILITY

Setiap unit berasal dari plant membutuhkan maintenance, pengoprasian dan juga keamanan serta kemudahan dalam aksesnya, di mana si personil dapat bersama enteng pergi ke tempat tersebut. Accessibility disini dapat disimpulkan kemudahan untuk menjangkau peralatan tersebut.

Dalam accessibility memang tidak tersedia keputusan baku yang mengaturnya. Namun biasanya perusahan owner memiliki syarat-syarat tersendiri untuk hal ini. Satu hal yang prinsip, design harus semudah mungkin meletakan peralatan yang akan di operasikan sehingga dapat dicermati bersama enteng sewaktu operator lewat.

Misalnya, disaat membawa dampak valve di atas platform, usahakan disaat si operator naik tangga, untuk pertama kali disaat hingga platform berikut ia harus dapat meilihat valve tersebut. Ga lucu jikalau ternyata begitu operator naik, eh ternyata valve tidak ia review di sana, si valve berada di sebelah ekuipment atau di bagian tersembunyi. Bisa jadi si operator turun lagi dan tidak jadi mengoprasikan, hal ini dapat saja berlangsung bahkan jikalau si operator berikut baru. Bisa di bayangkan akibatnya nanti, bahkan jikalau valve berikut fungsinya terlalu penting.

 

5. CONSTRUCTABILITY

Kontruksi adalah sistem dimana membawa dampak semua yang kami rencanakan terjadi, enteng untuk didirikan dan di bangun. Dan yang paling penting, dapat memperpedek sementara untuk konstruksi. Dalam lebih dari satu hal, koneksi pipa fitting to fitting dapat mempersulit konstuksi, sebab tidak mengijinkan kontraktor untuk melaksanakan penyesuaian terhadap titik centernya.

Perhatikan gambar di atas, selanjutnya bandingkan. Yang kiri adalah lanjutan fitting to fitting, akan mempersulit dalam kontruksi. Sedangkan yang kanan, ia mengunakan spool di antara fittingnya. Maka konstruksi akan di permudah sebab si pekerja lapagan, dapat sesuaikan allighment bersama penyesuaian spool nantinya.

Tidak hanya dalam mendesain pipa, dalam banyak hal memang merancang itu lebih enteng daripada membuatnya. Kadang begitu kami akan membuat, kami baru sadar ternyata rencana itu susah untuk pemasangannya. Oleh karenaya harus banyak diskusi bersama senior designernya. singkatnya desain kami haruslah semudah mungkin untuk di konstruksi, yang artinya perbedaan dalam perancangan dan keadaan di lapangan, tidak lah jauh berbeda nantinya.

 

6. ECONOMICS

Pada prinsipinya, nilai yang ekonomis dalam desain jadi perhatian yang utama. Walaupun kadang jadi hal yang bersebrangan antara engineering bersama management, dimana pihak management biasanya berharap design seminimal mungkin sementara desainer di tuntut untuk tetap beri tambahan desain sesuai bersama lebih dari satu syarat-syarat yang disebutkan disini.

Designer, tetap harus memikirkan nilai ekonomis dalam sesuaikan desain. Baik bersama penempatan ekuipment, rooting pipa, penentuan material dan lain sebaginya. Semua itu dapat di wujudkan asal ia memiliki jam terbang yang mumpuni di lapangan.

Mengambil contoh tentang penempatan ekuipment, akan berperan sanggat besar dalam memilih ekonomis tidaknya suatu desain. Kalau ekuipment yang prosesnya sama namun letaknya berjauhan, kami akan banyak mengeluarkan cost untuk pipa, di butuhkan pipa yang lebih panjang untuk menghubungkannya. Begitu pula kasus safety, tentu akan jadi lebih rumit penyusunan pipanya.

By toha