Wed. May 25th, 2022

“Hei, tidak boleh dekat-dekat ia! Ia itu sosiopat!”

Pertanda Sosiopat di Sekitaran Kita

Seringkah kalian dengar kata sosiopat disampaikan beberapa orang? Memang, soisopat sering diasumsikan dengan kriminil yang beresiko. Tetapi, apa memang realitanya sosiopat itu begitu? Dapatkah sosiopat sembuh? Silahkan kita ulas bersama.

Table of Contents

– Apakah itu Sosiopat?
– Beberapa ciri Seorang Sosiopat
– Langkah Menghindar Dampak Jelek Sosiopat
– 1. Menjauh pada mereka
– 2. Mengubah mereka? No, you can’t
– 3. Jagalah diri dan tidak boleh meleng

Apakah itu Sosiopat?

Sosiopat ialah panggilan umum untuk seorang yang menderita masalah personalitas antisosial. Masalah personalitas ini akan terlihat pada pribadi saat bergerak dewasa, tetapi, kita bisa mengenal gejala-gejalanya pada anak-anak.

Kemungkinan kalian sering menyalahartikan sosiopat dengan psikopat, tetapi realitanya ke-2 nya benar-benar berlainan. Tutorial umum masalah psikis DSM-5 sebenarnya tak pernah menyebutkan istilah “sosiopat” saat menggambarkan masalah personalitas, begitupun istilah “psikopat” sebenarnya benar-benar tak pernah disebut dalam DSM-5 karena bukan istilah analisis medis yang akurat.

Tetapi, istilah “psikopatik” merujuk ke kelompok karakter atau trait yang ditampilkan oleh seorang, baik itu secara sikap atau tanda-tanda psikis . Maka, ada peluang jika seorang yang menderita masalah personalitas antisosial (ASPD) memperlihatkan rangkaian karakter psikopatik.

Dikutip oleh Anderson dan Kiehl (2015), karakter-sifat atau trait psikopatik umumnya diikuti dengan tanggapan emosi yang kurang, minimnya empati, dan kontrol sikap yang jelek. Kenapa tidak seluruhnya orang dengan ASPD memperlihatkan trait ini? Jawabnya ialah, karena banyak factor yang dapat memengaruhi seorang memperlihatkan karakter-sifat itu, terhitung salah satunya factor genetik, sosial, dan budaya.

Maknanya, seorang anak yang mempunyai beberapa gejala masalah personalitas antisosial bisa saja tidak jadi psikopat karena support sosial yang bagus. Entahlah dari keluarga atau rekan sepantarannya. Disamping itu, factor treatment yang pas dapat menjadi factor menyusutnya beberapa gejala masalah, hingga ada kemungkinan yang berkaitan tidak meningkatkan trait psikopat.

Tetapi, silahkan kita kembali ke masalah khusus kita. Seperti apakah beberapa gejala dan beberapa ciri seorang sosiopat?

Beberapa ciri Seorang Sosiopat

Sosiopat mempunyai beberapa beberapa ciri yang cukup terang, diantaranya seperti berikut:

– Minimnya empati ke seseorang, hingga lumrah jika sosiopat sering menyendiri dan tidak punyai rekanan. Karena ini, mereka pun tidak dapat membuat jalinan sosial, jangankan loyalitas, sama orang lain.
– Sikap yang stimulanif, bahkan bisa saja termasuk beresiko. Beberapa sikap itu dapat ke arah pada sikap kriminil atau ketagihan beberapa obat.
– Kemauan mengatur orang dengan invasi atau kecurangan, baik itu lakukan kontak fisik atau verbal seperti menjelek-jelekkan, memberikan ancaman, dan gaslighting.
– Tidak punyai sense tanggung-jawab, hingga beberapa orang sosiopat akan condong sukai melalaikan tugas, tidak bayar bill on time, atau bohong untuk larikan diri dari kewajibannya.
– Condong akan mengulang-ulang kekeliruannya berulang-kali, jadi tidak ada fungsinya jika sosiopat dijatuhi hukuman. Mereka tidak berasa jika sikap mereka salah, karena untuk mereka, yang sudah dilakukan ialah betul.

Langkah Menghindar Dampak Jelek Sosiopat

Jadi orang yang menekuni di dunia psikologi sepanjang enam tahun lebih, penulis diberikan tidak untuk memandang jelek masalah personalitas apa saja, tetapi sosiopat dapat bikin rugi jika memunculkan korban. Ini karena pribadi sosiopat bisa saja lenyap kendalian atas dianya dan lakukan beberapa hal yang mencelakakan untuk seseorang.

Sama seperti yang telah penulis uraikan, mereka dapat lakukan beberapa hal seperti mencuri, mengambil, menghancurkan beberapa barang, atau vandalisme, sampai physical dan emotional abuse tanpa berasa bersalah . Maka, tujuan penulis di sini condong ke memberi panduan untuk kurangi imbas jelek sikap sosiopat ke kita.

Menurut Konrad (1999), dikutip dari Psychcentral.com, ada tiga panduan terbaik menghindar dampak jelek sosiopat ke kita, yaitu:

1. Menjauh pada mereka

Sosiopat condong berperangai manipulatif ke seseorang. Oleh karena itu, jika ada seorang yang diperkirakan sebagai sosiopat, jangan dibiarkan dia masuk ranah individu kita. Jika dapat, jauhi dengan beragam langkah agar tidak terkait kembali.

2. Mengubah mereka? No, you can’t

Yang ke-2 paling penting ialah, jangan sampai berpikiran kamu dapat mengubah seorang sosiopat. Salah satu langkah untuk sosiopat untuk berbeda ialah lewat dorongan individu, yang sudah pasti akan susah dilaksanakan. Bila kamu memperlihatkan empati dari mereka, ada kecondongan mereka akan memutar balikkan bukti dan justru serangmu.

3. Jagalah diri dan tidak boleh meleng

Sosiopat akan cari beragam langkah untuk memperoleh keyakinan kamu lewat kekuranganmu, hingga kamu jangan sampai memperlihatkan kekurangan kita dari mereka. Jika kamu telah coba membuat perlindungan diri dan hasilnya percuma, kamu perlu pastikan mereka sepanjang kemungkinan jaraknya denganmu. Sesusah apa saja itu, kerjakan saja apa yang kamu berpikir itu betul untuk dilaksanakan.

 

kunjungi juga terapi psikologi di jogja

By dzail