Perbedaan Larangan Aqiqah Dan Qurban penjelasannya?

Dari sisi syariat, keduanya benar-benar punya persamaan menyembelih hewan, akan tetapi ada ketaksamaan jelas berdasar pada Al-Qur’an serta hadist. Merilis dari Dompet Dhuafa, ketaksamaan ini ialah maksud, macam hewan, jumlah hewan, waktu penjagalan, jumlah implementasi yang disyariatkan, pemberian daging, bentuk daging yang dikasihkan, serta penghasilan buat penyembelih.  Kunjungi website: Paket Aqiqah Jakarta

1. Ketaksamaan Tujuan Kurban serta Aqiqah
Secara dasar, kurban punya arti menyembelih hewan dengan maksud mendekatkan pada Allah dalam hari raya Haji atau umumnya dikatakan Idul Adha di 10 Dzulhijjah serta 3 hari tasyrik di 11, 12, serta 13 Dzulhijjah. Sementara, aqiqah punya makna memangkas. Menurut banyak ulama berarti bervariasi, baik itu memangkas hewan atau pangkas rambut bayi. Secara makna, akikah menyembelih hewan selaku rasa sukur pada Allah atas kelahiran anak tercinta yang disisipin pemangkasan rambut bayi.

مَعَ الغُلاَمِ عَقِيقَةٌ
Berarti: Aqiqah bersama lahirnya seseorang bayi, (H.R. Bukhari).

2. Ketaksamaan dari Macam Hewan
Kambing, domba, sapi, kerbau, serta unta adalah hewan yang dikenankan banyak ulama buat jadi hewan ternak. Merilis dari Dompet Dhuafa, hewan ternak jangan ada cacat. Lantas, cukup umurnya kebanyakan disaksikan dari udah bertukar giginya. Apabila domba, jadi sekurang-kurangnya berumur 1 tahun serta udah tukar gigi. Apabila memanfaatkan kambing, jadi sekurang-kurangnya udah berumur 2 tahun. Setelah itu, sapi serta kerbau sampai 2 tahun lebih. Paling akhir, unta mesti sampai umur 5 tahun atau lebih.

Sementara, hewan yang bisa dipakai buat aqiqah ialah kambing atau domba dengan sinyal tak cacat, umurnya yaitu sudah dewasa dengan bertukar gigi. Perihal itu berdasar pada hadist Nabi Muhammad SAW berikut ini:

“(Aqiqah) buat anak laki laki yaitu dua kambing serta buat wanita satu kambing. Baik semacam kelamin jantan atau betina, tidak menjadi masalah,” (sesuai sama dalam kitab al-Majmu’ Saryh muhazzab).

3. Ketaksamaan Waktu Penjagalan
Ketaksamaan terang yang lain ialah waktu penjagalan hewan kurban Idul Adha mesti di tanggal 10, 11 , 12, 13 Dzulhijjah. Oleh karenanya, disamping beribadah, kurban pun kesempatan baik 1 tahun sekali di tanggal-tanggal spesifik. Pemesanan hewan kurban pada peternak dapat juga berkelompok atau perorangan. Tidak sama dengan aqiqah yang dapat kapan saja, sampai sampai anak udah tumbuh dewasa (baligh), seandainya orang-tua belum punya kapabilitas keuangan yang cukup.

Kurban atau aqiqah dahulu?
Ketaksamaan waktu berikut ini yang kadangkala membikin orang kebingungan buat mengutamakan kurban atau aqiqah. Merilis Dompet Dhuafa, lebih baik buat umat Islam yang punya situasi keuangan bagus buat mengutamakan kurban, terpenting waktu bulan Zulhijjah atau Idul Adha bertambah dekat. Perihal itu sebab kurban tak dapat dikerjakan kapan saja seperti aqiqah.

4. Ketaksamaan Jumlah Hewan yang Disembelih
Ketaksamaan lain di kurban serta aqiqah ialah jumlah hewan yang disembelih. Di kurban, jumlah tak dibatas dari macam hewan yang dikenankan banyak ulama, sementara itu aqiqah disaksikan dari kelahiran. Berdasar pada sabda Rasulullah, aqiqah buat anak laki – laki yaitu dua kambing serta buat wanita satu kambing.

5. Ketaksamaan Kurban serta Aqiqah dari Jumlah Implementasi
Aqiqah cuma dikerjakan sekali sepanjang umur. Apabila anak udah diaqiqahkan oleh orang tuanya saat waktu bayi, karenanya tidak penting aqiqah kembali waktu anak bergeser dewasa. Tidak sama dengan kurban yang tak dibatas jumlah pengerjaannya sepanjang umur. Nabi Ibrahim jadi teladan umat Islam tidak untuk sangsi berkurban tiap-tiap tahun.

6. Ketaksamaan Dalam Pemberian Daging
Islam mengendalikan pemberian daging kurban serta aqiqah biar cocok tujuan. Di aqiqah, dagingnya bisa dikasihkan ke siapa-siapa saja, tak menyaksikan posisi ekonomi. Berbeda hal di kurban, banyak ulama sependapat ada grup yang terima daging ada 3 ialah sepertiga buat fakir miskin, sepertiga buat keluarga yang berkurban, serta sepertiga buat tetangga atau saudara paling dekat. Allah berfirman di ayat tersebut ini:

“Jadi konsumsilah sebagiannya (daging kurban) serta berilah makan orang yang terasa cukup dengan yang ada kepadanya (orang yang tak minta-minta) serta orang yang memohon,” (QS.Al-Hajj:36).

7. Ketaksamaan Wujud Daging yang Dikasihkan
Perihal ini umum umat Islam pahami, akan tetapi mesti dikenang kembali kalau daging kurban diberikan pada situasi mentah, sementara daging dari aqiqah mesti pada situasi masak. Oleh karenanya, jangan pernah terubah sebab aqiqah seperti menyiapkan makanan di tamu. Tidak sama dengan kurban yang penyampaiannya diberikan di impian semasing yang mendapat daging.

8. Ketaksamaan Penghasilan Penyembelih
Penghasilan jadi ketaksamaan paling akhir kurban serta aqiqah yang mesti umat Islam cermati. Orang yang menyembelih hewan kurban tak dikasihkan penghasilan, namun dia terima daging dari yang udah sembelih olehnya. Tidak sama dengan aqiqah, banyak penyembelih bisa memohon penghasilan di empunya hajat.

Delapan sinyal itu jadi pemilah di antara kurban serta aqiqah, jadi tak boleh terubah kembali. Sebelumnya mengerjakan kurban, umat Islam mesti tahu tiga larangan kurban biar beribadah jadi prima.

1. Larangan Menjajakan Daging Kurban
Imam Syafi’i mengucapkan kalau binatang kurban mempunyai sifat nusuq, ialah hewan yang disembelih buat mendekatkan pada Allah. Karena itu, banyak yang terima daging qurban Idul Adha tidak boleh menjajakan kembali daging yang udah diterima. Mengambil dari zakat.or.id, sewaktu hewan ternak udah disembelih, jadi semuanya anggota tubuh serta dagingnya mesti lekas diberikan atau dikasihkan selaku hadiah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلاَ أُضْحِيَّةَ لَه
Berarti: Barangsiapa menjajakan kulit hasil sembelihan qurban, karenanya tidak ada qurban buatnya, (HR. Al Hakim).

2. Larangan Potong Kuku serta Potong Rambut buat Pekurban

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

Berarti: Barangsiapa yang udah punya hewan yang ingin diqurbankan, seandainya udah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, jadi tidak boleh sampai ia memangkas sedikitpun sisi dari rambut serta kukunya sampai ia tuntas menyembelih – HR.Muslim serta Abu Daud

3. Larangan Jual Kembali Hewan Kurban yang Udah Dipastikan

Apabila pekurban udah beli hewan buat berkurban, jadi dia jangan menjajakan kembali dengan niatan yang beda. Banyak pekurban mesti ingat kalau niatan berkurban sebatas cuma karena Allah, tidak untuk memamerkan situasi ekonomi. Apabila ada keperbedaan sama ukuran atau situasi hewan, jadi mengganti lebih bagus ketimbang menjajakan kembali.