Penyakit akibat kerja bisa sebabkan stres hingga kecelakaan?

Sebagian dari kamu mungkin asing dengan istilah penyakit akibat kerja. Namun ternyata, penyakit akibat kerja ini sudah cukup lama mencuat.

Penyakit akibat kerja atau PAK disebut juga sebagai occupational diseases yang timbul karena pekerjaan ataupun lingkungan kerja. Penyakit kerja pun telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, yaitu permenaker No.Per.01 / Men/1981. Penyakit akibat kerja ini bisa berakibat fatal seperti stres, cacat sebagian bahkan cacat total.

Faktor penyebab adanya penyakit akibat kerja

Seseorang yang memiliki sebuah pekerjaan tentu saja harus siap dengan resikonya seperti penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja dapat disebabkan oleh berbagai faktor loh. Berikut faktor-faktornya.

  1. Faktor Biologis

Secara biologis, seseorang bisa terkena penyakit akibat kerja karena terdampak virus, bakteri, jamur atau lainnya. Apabila tidak segera ditangani,  maka seseorang bisa terkena cedera pada tubuhnya. Efek yang akan ditimbulkan dapat berupa kelelahan fisik, nyeri otot, deformitas tulang, dislokasi.

  1. Faktor Fisik

Faktor fisik dikarenakan adanya suara bising, temperatur suhu terlalu tinggi, radiasi sinar elektromagnetik, dan tekanan udara tinggi. Penyakit yang dapat ditimbulkan mulai dari ketulian, hiperpireksia, hingga gangguan terhadap proses metabolisme tubuh.

  1. Faktor Psikologis

Faktor psikologis disebabkan oleh suasana kerja monoton, hubungan kerja yang kurang baik, dan upah kerja yang rendah. Faktor ini dapat membuat seseorang mengalami stres.

  1. Faktor Kimiawi

Faktor ini diakibatkan oleh bahan kimia yang terdapat pada alat kerja yang apabila terkena tubuh bisa mengakibatkan kecacatan, iritasi, atau keracunan. Penyakit yang ditimbulkan dapat berupa gangguan saluran pernapasan, penyakit kulit, nyeri sendi, dan gangguan pendengaran.

Dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 48 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, pada 25 Januari 2019, Presiden Jokowi telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat Kerja.

Jadi, pekerja yang didiagnosis menderita penyakit akibat kerja berdasarkan surat keterangan dokter berhak atas manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja meskipun hubungan kerja telah berakhir dalam waktu maksimal tiga tahun.

Selain privilege dari pemerintah dan menjaga kewaspadaan diri, segera daftarkan diri Anda pada asuransi kecelakaan supaya hidup dan kesehatan lebih terjamin ya!