Mon. Feb 6th, 2023

Satu Viral – Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, pendidikan STEM bertujuan mengembangkan peserta didik yang STEM literate (Bybee, 2013), diantaranya; (1) Memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam situasi kehidupannya, menjelaskan fenomena alam, mendesain, serta menarik kesimpulan berdasar bukti mengenai isu-isu terkait STEM; (2) Memahami karakteristik khusus disiplin STEM sebagai bentuk-bentuk pengetahuan, penyelidikan, dan desain yang digagas manusia;(3) Memiliki kesadaran bagaimana disiplin-disiplin STEM membentuk lingkungan material, intelektual dan kultural, (4) Memiliki keinginan untuk terlibat dalam kajian isu-isu terkait STEM (misalnya efisiensi energi, kualitas lingkungan, keterbatasan sumberdaya alam) sebagai warga negara yang konstruktif, peduli, serta reflektif de. Metode pembelajarabn STEM juga memiliki beberapa manfaat. Pada penelitian lain yang dilaksanakan oleh Dywan & Airlanda (2020), menunjukkan bahwa pada mata pelajaran IPA penggunaan model pembelajaran STEM efektif untuk keterampilan berpikir kritis siswa.  Selain itu, aktivitas belajar menjadi menyenangkan serta mengangkat minat belajar.

            Berdasarkan hasil studi literatur peneliti Proses literature menghasilkan beberapa hal yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi pada proses pembelajaran, penggunaan model pembelajaran STEM, pengalaman mencari referensi model pembelajaran dan kebutuhan sumber referensi model pembelajaran. Pada aspek masalah yang dihadapi pada proses pembelajaran, guru mengemukakan ternyata semangat belajar belum muncul pada siswa saat pembelajaran di kelas. Hal itu dikarenakan seringnya penggunaan metode belajar konvensional yang dipakai khususnya untuk matematika. Demikian juga untuk Ilmu Pengetahuan Alam. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru dinilai masih belum efektif. Selanjutnya pada aspek penggunaan model pembelajaran STEM, guru menyetujui bahwa model tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan di kelas, sehingga guru sangat mendukung penerapan STEM tersebut. Namun pada aspek pengalaman mencari referensi model pembelajaran, didapatkan informasi bahwa guru belum bisa mendapatkan referensi yang sesuai. Hal itu disebabkan kurangnya ketersediaan sumber yang memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap beserta dengan petunjuk penggunaan yang mudah dimengerti. Oleh karena itu pada aspek kebutuhan pada sumber referensi model pembelajaran, diharapkan adanya sebuah sumber yang lengkap namun mudah untuk digunakan. Guru mengajukan sebuah solusi bahwa seharusnya referensi model pembelajaran harus bisa diakses dengan mudah melalui alat digunakan sehari-hari oleh setiap orang yaitu ponsel.

By roket