Mon. Feb 6th, 2023

Secara garis besar, digital marketing mempunyai 3 tipe sarana yang sanggup digunakan didalam menjalan aktivitas pemasaran digital. Ke 3 tipe sarana tersebut, yaitu:

Owned Media

Owned sarana adalah sarana yang dimiliki secara segera oleh Anda atau produk, jasa atau business yang Anda miliki. Contoh dari owned sarana adalah akun sarana sosial seperti Instagram, Twitter ataupun Facebook. Selain itu blog atau web terhitung terhitung sebagai owned media. Media tipe ini adalah sarana yang mesti dimiliki oleh brand, sebab ini bagaikan ‘nyawa’ dari berkembangnya usaha Anda. Kepemilikan owned sarana menjadi suatu kewajiban sebab di sinilah Anda sanggup berinteraksi bersama khalayak atau calon kastemer Anda setiap harinya.

Owned sarana sanggup dijadikan wadah untuk ‘engage’, mengedukasi dan menyebarkan Info mengenai merk Anda. Oleh sebab itu, owned sarana menjadi anggota yang perlu didalam digital marketing.

 

Earned Media

Earned sarana merupakan sarana yang dibuatkan oleh khalayak untuk merk Anda sebagai sebuah cara untuk menunjukan kecintaan atau perhatian khalayak kepada merk yang Anda miliki. Contoh dari earned sarana adalah seperti fanspage atau akun sarana sosial yang mengulas merk yang Anda miliki.

Earned sarana menjadi suatu bonus didalam digital marketing untuk Anda, sebab Anda sanggup memperoleh promosi secara segera dari orang-orang yang menyukai merk Anda supaya merk Anda sanggup memperoleh perhatian yang lebih dan pastinya lebih dikenal dari sebelumnya.

 

 Paid Media

Paid sarana adalah sarana di mana Anda mesti membayar sejumlah biaya untuk menafaatkan sarana tersebut. Contoh dari paid sarana adalah radio, majalah, koran, web lain bersama traffic tinggi atau akun sarana sosial yang mempunyai banyak pengikut.

Paid sarana didalam digital marketing sanggup menunjang untuk menjangkau khalayak didalam sementara yang singkat. Semuanya tergantung akan harga yang sanggup Anda berikan untuk mengiklan di sarana tersebut.

 

Perencanaan Strategi Digital Marketing

Dalam sebuah kampanye digital, mesti dilakukan rencana dan perumusan kiat yang tepat supaya didapatkan hasil yang maksimal. Terdapat beberapa perihal yang mesti dilakukan didalam merumuskan kiat pemasaran, yaitu:

 

Analisis SWOT

Pertama-tama, mesti dilakukan pemikiran berkaitan situasi perusahaan. Dalam jalankan pemikiran ini, sanggup digunakan rancangan pemikiran SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats). Lakukan identifikasi berkaitan masing-masing aspek terhadap usaha anda. Temukan apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan dari product yang ditawarkan. Selain itu, Anda terhitung mesti lihat kesempatan dan ancaman yang ada didalam lini usaha anda.

Sebagai contoh, Anda mempunyai usaha yang menjual product fashion. Hal pertama yang mesti Anda jalankan adalah lihat persaingan di niche ini dan memetakan keuntungan dan kelemahan dari product Anda. Jika anda lihat bahwa kebanyakan product yang sama mempunyai harga yang bersaing, maka desain yang menarik sanggup menjadi kelebihan Anda. Anda sanggup fokus terhadap pengembangan kelebihan product Anda ini supaya mendapat merk positioning yang baik didalam pasar.

Dengan lihat situasi dan persaingan di pasar, Anda sanggup mengidentifikasi kelemahan supaya sanggup mengakibatkan kiat untuk menangani kelemahan tersebut. Faktor-faktor internal terhitung mesti diperhatikan didalam mengidentifikasi kebolehan dan kelemahan. Kekuatan dan kelemahan terhitung mesti memperhitungkan sumber daya, kiat yang udah berjalan, dan kinerja supaya sanggup diketahui kelebihan perusahaan, kebolehan untuk bersaing, dan penggunaan kiat yang tepat untuk sanggup bersaing supaya usaha sanggup tetap berjalan.

Di samping itu, sebagai pebisnis, Anda diharuskan mempunyai intuisi dan kebolehan untuk lihat kesempatan yang ada. Dengan jalankan riset sederhana, Anda sanggup menemukan kesempatan-kesempatan yang sanggup mengakibatkan usaha Anda berkembang bersama pesat.

Mengambil perumpamaan dari usaha product fashion, Anda sanggup jalankan riset pasar berkaitan tipe bahan, desain, hingga ukuran. Misal, Anda menemukan bahwa orang-orang berukuran besar mempunyai kesulitan untuk membeli busana supaya mengharuskan mereka untuk memesan secara custom busana mereka. Hal ini sanggup menjadi kesempatan bagi Anda, sebab persaingan yang cenderung rendah dan mempunyai demografi kastemer yang spesifik.

Hal lain yang jangan hingga dilupakan adalah untuk jalankan identifikasi hal-hal yang bisa saja saja sanggup menjadi ancaman bagi usaha Anda. Ancaman ini sanggup berasal dari pelanggan, pemberi dana, hingga regulator seperti pemerintah. Ancaman dari regulator seperti pemerintah merupakan tidak benar satu yang menjadi perhatian jika usaha Anda bergerak di bidang properti.

Secara konseptual, pemikiran SWOT mesti dilakukan bersama lihat interaksi pada misi perusahaan, aspek internal dan aspek eksternal. Faktor internal merupakan aspek yang ada didalam perusahaan dan berada di bawah manajemen. Hal ini meliputi product atau jasa yang ditawarkan, sumber kekuatan manusia, susunan perusahaan, kebolehan finansial, teknologi, hingga bidang penelitian dan pengembangan.

Faktor eksternal mengacu terhadap lingkungan luar yang berada di luar kendali perusahaan. Hal ini meliputi para kompetitor, regulasi, pemasok, proses ekonomi, pasar, pertumbuhan teknologi, konsumen, hingga situasi politik.

Dari identifikasi terhadap masing-masing aspek dan juga aspek internal dan eksternal, Anda sanggup merumuskan kiat usaha yang tepat, secara tertentu di bidang pemasaran. Jika Anda mempunyai banyak kelebihan dan kesempatan, Anda sanggup pakai aspek Strength dan Opportunity yang dirumuskan menjadi sebuah kiat comparative advantage.

Strategi comparative advantage merupakan pertemuan dua elemen kebolehan dan kesempatan supaya bisa saja perusahaan untuk berkembang bersama cepat menjadi lebih besar. Dengan kiat ini, Anda sanggup memasarkan product bersama menekankan unique selling point yang kuat supaya sanggup menarik perhatian kastemer dan memperoleh posisi yang tinggi didalam persaingan pasar bersama lebih cepat.

 

Penetapan Objektif

 Dalam merencanakan kiat pemasaran, objektif mesti ditetapkan terutama dahulu supaya sanggup menjadi acuan dari beberapa langkah yang akan diambil. Objektif merupakan target yang ditetapkan oleh perancang kiat pemasaran. Secara umum, objektif sanggup dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu awareness, perceived quality, dan action.

Awareness mengacu terhadap kebolehan kastemer untuk mengetahui merk atau product dari sebuah perusahaan. Hal ini meliputi nama, gambar, warna, logo, hingga slogan yang digunakan oleh suatu merek. Pada tahapan ini, kastemer jelas Kedatangan sebuah merk atau perusahaan, meski terhadap umumnya kastemer belum mempunyai pandangan tertentu terhadap merk tersebut.

Pada tingkatan selanjutnya, objektif sanggup berbentuk perceived quality. Hal ini sanggup dijadikan target jika sebuah merk udah mempunyai awareness yang memadai baik. Dengan objektif terhadap tahapan ini, sebuah kiat pemasaran dimaksudkan untuk mempengaruhi persepsi kastemer terhadap suatu merek. Tujuannya pasti adalah untuk memperoleh persepsi positif oleh konsumen, atau terhitung untuk melakukan perbaikan persepsi negatif yang sebelumnya menempel terhadap merk tersebut.

Objektif yang mempunyai tingkatan tertinggi didalam hirarki objektif adalah action. Hal ini mengacu terhadap tindakan nyata yang dilakukan oleh khalayak sesuai bersama target dari sebuah kiat pemasaran. Sebagai contoh, sebuah kampanye digital dianggap sukses jika didapat kastemer yang jalankan pembelian ataupun jalankan suatu hal yang diinginkan oleh kampanye tersebut. Selain itu, tindakan nyata terhitung sanggup berbentuk aktivitas membagikan Info atau jalankan advokasi terhadap suatu merk yang dilakukan oleh konsumen advertising agency indonesia.

Dengan jelas bentuk-bentuk objektif, Anda sanggup merumuskan sebuah kiat yang sesuai bersama kiat Anda. Sebagai contoh, jika anda merupakan sebuah perusahaan yang baru berdiri dan belum mempunyai banyak pengikut di sarana sosial atau kastemer yang membeli product Anda, maka merk awareness sanggup menjadi target utama didalam kiat digital marketing Anda.

Untuk mengukur keberhasilan sebuah kiat digital marketing, Anda sanggup pakai Key Performance Indicator (KPI) yang meliputi engagement rate, clicks, bounce rate, hingga conversion rate. Hal ini sanggup diukur melalui jumlah pengikut di sarana sosial, jumlah impresi, likes, komentar, jumlah klik, hingga jumlah transaksi. Pada intinya, sebuah objektif yang baik mesti mempunyai aspek yang spesifik, terukur, sanggup dicapai, realistis, dan mempunyai batas waktu. 

By roket