Mon. Aug 8th, 2022

Flow meter merupakan suatu alat yang berfaedah untuk menghitung laju alir liquid, slurry, gas, dan campuran uap-liquid. Dengan Flow Meter Tokico, komponen yang mengalir pada aliran terbuka maupun tertutup bisa terhitung kuantitasnya per satuan waktu. Alat flow meter bukanlah hal asing bagi seorang teknisi terutama bagi mereka yang bekerja pada suatu industri proses.

Hingga pas ini, para teknisi tetap melacak jenis flow meter yang paling ideal untuk bisa diterapkan pada proses industri. Flow meter universal yang diakui ideal adalah instrumen dengan rasio titik balik yang tinggi atau rentang operabilitas yang besar, tingkat akurasi yang tinggi dinyatakan melalui pengukuran tekanan dan temperatur, punya fleksibilitas untuk mengontrol komponen yang diukur tanpa butuh kalibrasi berulang, serta kemudahan untuk diinstalasi pada suatu pabrik.

Jenis-Jenis Gas Meter

Sebelum anda pilih perangkat pengukur aliran gas maka benar-benar perlu untuk paham penerapan teknologi flow meter. Artikel ini memuat ulasan perihal langkah kerja dari berbagai jenis flow meter gas / gas meter beserta dengan kelebihan dan kekurangannya yang wajib diingat pas pilih pengukur aliran gas yang benar. Pemahaman pada jenis perangkat merupakan aspek yang benar-benar perlu untuk membawa dampak ketetapan yang tepat.

Flow meter diidentifikasikan berdasarkan prinsip operasi dan teknologi yang digunakan. Jika berdasarkan prinsip operasi, maka jenis-jenis flow meter terbagi atas perbedaan tekanan, kecepatan, luasan area, dan positive displacement. Sedangkan berdasarkan teknologi yang diaplikasikan, flow meter gas terdiri atas orifice, turbin, magnetik, gas ionisasi, NMR, dan ultrasonik. Penjelasan lebih lanjut perihal jenis-jenis flow meter adalah sebagai berikut:

 

1. Orifice Plate Meter

Flow meter orifice plate (plat berlubang) merupakan anggota dari flow meter yang bekerja berdasarkan perbedaan tekanan. Jenis flow meter ini gampang untuk dikonstruksi, terbuat dari suatu plat logam dengan lubang yang disisipkan di pada penghubung jalan pipa dengan penyadap tekanan yang terbentuk pada dinding pipa.

Prinsip kerja yang digunakan pada flow meter orifice plate yaitu orifice plate bakal menimbulkan penurunan tekanan kepada fluida yang mengalir di didalam pipa. Penurunan tekanan tersebut beragam sepanjang laju alir fluida. Penurunan tekanan ini lantas diukur memanfaatkan transmiter perbedaan tekanan dan bisa digunakan untuk menghitung laju alir fluida. Terdapat empat jenis orifice plate layaknya yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

 

Kelebihan dari orifice plate meter adalah benar-benar gampang untuk dikonstruksi; punya elemen utama yang kuat; punya standar yang paham supaya safe digunakan; tidak butuh kalibrasi pada desain yang standar; biaya pembelian plat yang ekonomis; dan bisa digunakan untuk mengukur gas, liquid, serta uap. Namun kekurangan dari orifice plate meter cuma punya jangkauan 3-4 banding 1, performansi alat bisa mengalami penurunan dikarenakan rusaknya pada plat logam, keluaran yang dihasilkan tidak linier dengan laju alirnya, serta instalasi alat secara penuh dan instalasi ke dua butuh biaya yang tergolong tinggi.

 

2. Critical Flow Venturi Nozzle

Alat ukur ini punya dampak menarik yang keluar disaat suatu gas mengalir pada nozzle dengan kecepatan yang tinggi. Pada pas gas memasuki nozzle, kecepatan gas meningkat dikarenakan luas penampang nozzle mengalami penurunan pada area throat. Kecepatan maksimum yang dicapai pada area throat serupa dengan kecepatan sonik (kecepatan suara) supaya pada laju hilir kecepatan bisa turun jadi subsonik atau meningkat jadi supersonik.

Efek menarik pada suasana sonik ini yaitu terkecuali terdapat pergantian aliran hilir pada throat tidak bakal mempengaruhi suasana aliran hulu, hal tersebut dikarenakan adanya nozzle. Sehingga prinsip yang digunakan yaitu di bawah rasio tekanan hilir dan hulu pada nozzle, gas bakal mengalir lebih cepat pada anggota throat hingga kecepatan kritisnya serupa dengan kecepatan sonik

Kelebihan alat ini bisa mengukur laju alir era gas dengan presisi yang tinggi serta aliran hulu tidak tergoda aliran hilir. Namun benar-benar tidak fleksibel dikarenakan laju alirnya bisa ditingkatkan cuma dengan membuat perubahan nilai stagnansi aliran hulu atau tingkatkan luas area throat.

 

3. Positive Displacement (PD) Gas Meter

Alat ini secara lazim bekerja melalui prinsip dasar dengan membagi aliran jadi beberapa volume yang presisi. Salah satu gas PD meter yaitu Rotary Gas Displacement meter yang terdiri dari lobus impeller yang beroperasi berlawanan arah dengan pusatnya. Sistem operasinya yaitu gear memberi tambahan stimulus eksternal pada ember pengukur untuk mensinkronisasikan impeller. Selama rotasi, empat penampung gas berupa bulan sabit dikeluarkan melalui ember pengukur. Jumlah rotasi bakal sepadan dengan keseluruhan aliran.

Rotary Gas Displacement bisa beroperasi hingga tekanan 80 bar, jangkauan yang dimiliki bisa capai 20 : 1 pada beberapa desai, dan performansi kalibrasinya mendekati 0.5%. Batasan alat ukur ini cuma bisa digunakan hingga temperatur gas 373K serta bisa membawa dampak membawa dampak penurunan tekanan secara tiba-tiba

 

4. Turbin Flowmeter

Turbin flowmeter terdiri dari suatu rotor berbilah yang bakal bekerja pada aliran pipa, gas meter jenis ini menghitung kecepatan pergerakan gas melalui rotor atau heliks. Rotor didesain untuk memberi tambahan minimum disturbansi pas aliran fluida memasuki flowmeter. Rotor pada turbin benar-benar gampang dan bantalan friksi yang dihasilkan benar-benar minim.

Pada pas fluida memasuki turbin meter, fluida bakal menimpa anggota pisau turbin yang bebas berotasi pada sumbu sepanjang titik tengah turbin. Rotor bakal berputar dengan laju yang serupa besarnya pada kecepatan fluida. Besarnya keluaran yang dihasilkan diukur melalui pickoff listrik yang dipasang pada badan flow meter. Pada turbin gas flowmeter, adanya pergantian dikarenakan friksi dan bilah pisau berjalan dikarenakan deteriorasi mekanik atau rusaknya yang menurunkan jangkauan alat ukur.

 

5. Ultrasonik Flowmeter

Menggunakan prinsip gelombang nada sebesar > 20kHz dengan sensor pengukur kecepatan fluida nonintrusif dan atau noninfasif untuk mendeteksi aliran pada pipa. Ultrasonic gas flow meter merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi aliran gas dan umumnya digunakan pada industri kimia, pertambangan, bahkan gas alam. Ultrasonic gas flow meter bekerja berdasarkan metode perbedaan waktu, perbedaan frekuensi, perbedaan fase, dan metode Doppler.

Diantara keempat jenis tersebut, metode perbedaan pas digunakan sebagai pengukur kecepatan dan laju alir dari gas dengan langkah menghitung pas transit gelombang ultrasonik pada aliran hulu dan hilir. Waktu transit gelombang ultrasonik yaitu disaat transducer pancarkan gelombang ultrasonik, moment ini adalah awal dimulainya pas pemancaran. Sedangkan pas disaat penerima transducer terima isyarat disebut sebagai pas akhir proses pemancaran.

Karena transducer merupakan fitur perlu didalam desain mekanik ultrasonik flow meter, maka beberapa syarat ditetapkan kepada transducer adalah sebagai berikut:

Memiliki transmisi yang efisien dan penerimaan isyarat akustik bisa berjalan melalui interface
Transmisi akustik bisa diabaikan dengan digantikan melalui anggota utama flow meter
Memiliki keakuratan dan posisi yang permanen
Tidak punya dampak yang merugikan sehabis dioperasikan pada fluida
Memiliki performansi yang tinggi dan bebas dari timbulnya gangguan.

 

6. Thermal Mass Flowmeter

Thermal mass flowmeter bisa diaplikasikan kepada fluida gas dan liquid, untuk fluida gas maka jenis thermal flow meter yang berlaku adalah Capillary Thermal Mass Flowmeter (CTMF). CTMF secara khusus bekerja untuk mengontrol clean gas yang punya aliran rendah. Pada thermal flow meter, gas mengalir melalui saluran yang berdiameter benar-benar kecil dengan perbandingan panjang dan diameter saluran yang lumayan untuk meyakinkan terjadinya aliran laminer.

Pada anggota luar saluran atau tube terdapat alat pemanas dan temperatur. Pemanas yang tersedia bakal memindahkan sejumlah panas melalui dinding tube menuju ke gas, terkecuali terdapat aliran gas didalam saluran pipa maka gas yang dipanaskan bakal dibawa ke aliran hilir. Sensor temperatur aliran hilir bakal mendeteksi temperatur yang lebih tinggi daripada sensor aliran hulu, perbedaan ini bisa digunakan untuk paham besarnya era alir gas.

 

7. Coriolis Mass Flowmeter

Coriolis meter bisa mengukur laju alir massa dengan menghitung besarnya tipe Coriolis yang tersedia pada tabung bergetar. Coriolis meter terdiri dari satu atau lebih tabung tetapi umumnya yang digunakan adalah desain dengan dua tabung. Prinsip yang digunakan oleh Coriolis meter yaitu melibatkan kegunaan rotating frame dari sumber referensi ke didalam aliran pipa dimana fluida mengalir.

Getaran yang dihasilkan tidak seratus prosen bergerak secara sirkuler tetapi tetap terdapat rotating frame yang berfaedah untuk tingkatkan dampak Coriolis. Sehingga disaat terdapat aliran fluida pada pipa, tipe Coriolis bakal keluar dan membawa dampak perputaran pada pipa dari anggota inlet hingga anggota outlet. Perputaran atau distorsi yang keluar bakal diukur oleh sebuah sensor, perputaran/distorsi tersebut bakal membuahkan pergeseran fasa anatara isyarat yang dimunculkan oleh sensor. Pergeseran fasa atau perbedaan pas nilainya berbanding lurus dengan laju alir massa fluida.

Kelebihan dari Coriolis meter yaitu bisa mengukur laju alir massa secara segera tanpa butuh pemberian alat aliran pc serta suasana tekanan dan temperatur khusus untuk fluida yang punya densitas bervariasi. Selain itu punya akurasi yang tinggi hingga 0.25% untuk pengukur aliran gas. Namun kelemahan/batasan yang dimiliki ialah biaya kapital dari alat benar-benar mahal serta cuma terbatas hingga ukuran maksimal 250mm-400 mm.

By toha