Wed. May 25th, 2022

Layanan pengantaran barang dapat disebutkan adalah satu diantara pekerjaan budaya paling tua yang dipunyai manusia. Kendati sangatlah susah tentukan waktu kapan pertama kalinya aktivitas pengangkutan barang mulai dijalankan, akan tetapi minimal kita bisa mendapati perihal ini tebersit dikupas dalam bermacam catatan kuno.

Umpamanya yang ada dalam Kitab Ibrani, Sejumlah raja Pertama (Pasal 9 ayat 26-27), yang bercerita usaha Nabi Sulaiman bangun armada dagang agar menghadirkan beberapa barang yang diperlukan bangsa Ibrani. Dalam Kitab ini dikisahkan jika untuk mengaktualkan asa itu, Nabi Sulaiman memohon pertolongan untuk Hiram, Raja Shur, biar jalankan armadanya sekalian latih bangsa Ibrani melalui lautan.

Hiram yang menolong Sulaiman bikin armada laut, yaitu Raja Phoenicia dari Tirus (nama lain dari Sour atau Shur) menurut Kitab Ibrani. Hiram (huram atau horam) yakni bersekutu dengan Daud. Hiram banyak menolong Daud dalam pembangunan Istananya dengan mengantarkan pekerja-pekerja yang trampil. Sehabis kematian Daud, Hiram masuk ke koalisi Sulaiman, yang paling menolongnya dalam membuat bait suci.Peristiwa banyak menulis Phoenicia menjadi bangsa maritim ulung yang melaksanakan pelayaran lewati benua dalam mengorkestrai perdagangan antara bangsa di waktu kuno.

Beberapa hasil arkeologi tunjukkan jika orang Fenesia bukan cuma mengarahkan lokasi Timur tengah sampai Mediterania, tapi juga sampai ke area Britania.

Perihal ini, sebagai halnya yang diekspos oleh L. A. Waddell (1925), dalam bukunya “The Phoenician Origin of Britons, Scots dan Anglo-Saxons” berikut ini : “…saat ini dijumpai jika agama agung dari Aryan Phoenicians, yang dimaksud ‘penyembahan-matahari,’ dengan adat serta kepercayaannya yang baik dan mulia terkait ada kehidupan setelah itu, yaitu kemajuan dari kematian, secara luas wajar pada awal Inggris sampai zaman Kristen.”

Marsha E. Ackermann, dkk. dalam buku Encyclopedia Of World

History mengucapkan: “…bangsa yang paling pengaruhi peradaban lain lewat perjalanan mereka yakni beberapa orang Fenisia, beberapa orang pelaut serta petualang dari Lebanon kekinian yang ada sampai sepanjang Inggris serta menjajahi seputar Tanduk Afrika.

Beberapa orang Fenisia dipercaya melaut dari Lebanon (…) ke Inggris buat timah, dan dicatat oleh beberapa orang Romawi.

Berkenaan waktu pintas pelayaran, disibak dalam Alkitab Ibrani, Sejumlah raja pertama (10:22), berikut ini: “Lantaran di laut raja punya beberapa kapal Tarsis masuk dengan banyak kapal Hiram; serta sekali 3 tahun beberapa kapal Tarsis itu hadir bawa emas dan perak dan gading; pula kera dan burung merak.

Lama waktunya saat yang diperlukan dalam pelayaran itu tentulah dipicu pada periode itu pelayaran kapal benar-benar tergantung pada tenaga angin.

Buat ketahui jarak menempuh setiap hari beberapa kapal kuno, saya mau ajak pembaca menyimak jarak serta waktu pintas pelayaran yang dikabarkan Fa Hsien (biksu Cina yang pelawat ke Asia Tenggara serta India di zaman kelima) dalam catatannya, jika pelayaran dari Yeh-p’o-t’I (satu tempat di Nusantara, beberapa pakar biasa mengidentifikasinya dengan Jawadwipa) ke Kanton kebanyakan memakan waktu seputar 50 hari pelayaran.

Peristiwa Pengantaran Barang di Indonesia

Riwayat Berdirinya Jasa Pengangkutan di Nusantara Dikutip Dari Cargonesia.com
Histori berdirinya jasa pengangkutan yang pertama Indonesia mulai pada waktu penjajahan Belanda. Pada waktu penjajahan VOC, ialah lebih kurang tahun 1602, seluruhnya orang yang mau mengirim surat mau atau tidak harus memercayakan nya ke Stadsherberg atau gedung pondokan kota.

Cara itu sebetulnya amat tak efisien, dan orang Gubernur Jenderal namanya Gustaaf Willem Baron van Imhoff terganggu buat bikin layanan pengantaran yang semakin efektif, aman dan terjaga.

Menjadi data, Baron van Imhoff yang terlahir di Frisia Timur, 8 Agustus 1705 adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-27 yang memerintah lebih kurang tahun 1743 hingga sampai 1750.

Tahun 1746
Dimulai dari buah pikiran si Gubernur Jenderal itu, selanjutnya di tahun 1746, benarnya di tanggal 26 Agustus di Batavia dibuat kantor pos pertama di Indonesia.

Dengan berdirinya kantor pos itu, karena itu pengantaran barang jadi lebih efektif, di mana penduduk jadi lebih ringan serta merasakan aman saat mengantarkan beragam document penting tak perlu risau serta ketakutan.

Tahun 1750
Berdirinya jasa pengantaran di Indonesia itu lalu bersambung di mana di kira-kira tahun 1750 atau empat tahun sejak mulai berdirinya kantor pos di Batavia, dibikin pula cabang kantor pos di Semarang.

Pembangunan kantor pos cabang di Semarang itu makin berikan udara segar untuk perubahan jasa pengantaran di Indonesia.

Pembangunan cabang kantor pos di Semarang itu bisa terbuktikan berikan pengaruh positif dengan menolong kecepatan pengantaran.

Tentu hal semacam itu disongsong dengan baik sekali oleh orang. Trayek pengangkutan yang dilewati Pos Indonesia waktu itu merupakan Pekalongan, Cirebon dan Karawang.

Tahun 1808
Dalam peristiwa jasa pengangkutan di Indonesia itu, ada nama Daendels dalam jalan ceritanya. Di mana di tahun 1808, kepimpinan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff terpindahkan oleh Herman Willem Daendels.

Nyata Anda ketahui siapa orang ini bukanlah? Ya, dia yang mempopulerkan skema kerja rodi. Orang Indonesia pada periode kepimpinan Daendels harus rasakan pahitnya kerja rodi.

Tapi dibalik kejamnya siksaan kerja rodi yang telah dilakukan Daendels, skema dan service pengantaran pula ikut semakin bertambah baik. Karena tersokong dengan infrastruktur yang telah dilakukan Daendels itu.

Tahun 1875
Semisal dengan tersedianya pembangunan jalan dari Jawa Timur sampai Jawa Barat yang kian meringankan proses pengangkutan barang dari setiap wilayah.

Bersambung di tahun 1875, Pos Indonesia disatukan dengan dinas telegraf serta berubah nama jadi Post En Telegraafdienst.

Pengaruh dari peleburan dan perubahan nama itu ikut berakibat di peralihan kantornya, di mana semula kantor pos pusat ada dalam Gambir, Jakarta, berganti ke kota Bandung.

Sejak mulai itu Pos Indonesia berkembang lebih cepat sampai selanjutnya berbeda status jadi Perusahaan Negara. Ketika itu Pos Indonesia jadi PN Postel, yaitu Perusahaan Negara Pos serta Telekomunikasi.

Tahun 1965
Lantas pada tahun 1965 PN Postel mengenyam pengubahan nama kembali, ialah jadi PN Pos serta Giro yang merujuk dengan bertambah maju serta mengembangnya bidang komunikasi dan pos.

Tahun 1978
Di tahun 1978 Pos Indonesia kembali ganti nama dari PN Pos dan Giro jadi Perum Pos dan Giro dengan visi membenahi interaksi dan kemampuan pengantaran dalam negeri pula luar negeri.

Tahun 1995
Sampai kelanjutannnya pada tahun 1995 Pos indonesia berpindah nama jadi PT Pos Indonesia (persero) hingga sekarang. Saat ini Pos Indonesia sudah miliki cabang di semua tempat NKRI, di mana minimal 24.000 titik cengkauan pengangkutan.

Service yang diberi pun kian baik, entahlah itu layanan pra pengantaran, proses pengangkutan sampai hingga waktu pengangkutan.

By suyua