Mon. Dec 5th, 2022

Penyebab Terjadinya Batu Empedu

Batu empedu adalah gumpalan cairan sisa-sisa pencernaan yang mengeras di dalam kantong empedu. Kantong empedu sendiri bermanfaat sebagai tempat mencerna lemak dengan cara menyimpan dan melepaskan empedu ke usus kecil. Sebenarnya, belum bisa diketahui pasti apa yang menjadi penyebab terjadinya batu empedu. Namun, beberapa faktor dibawah ini bisa mempengaruhi penyakit batu empedu. Dalam artikel ini juga akan diulas estimasi biaya operasi batu empedu.

 

1. Terlalu Banyak Kolesterol di dalam Kantong Empedu

Kelebihan kolesterol bisa menyebabkan cairan empedu menjadi susah untuk melarutkan kolesterol berlebih yang dikeluarkan dari hati. Akibatnya, kolesterol menumpuk dan mengendap di dalam kantong empedu, kemudian terbentuk batu empedu.

 

2. Terlalu Banyak Bilirubin di dalam Cairan Empedu

Bilirubin adalah hasil dari proses pemecahan sel darah merah atau hemolisis yang ada di dalam organ hati. Apabila jumlah bilirubin meningkat, maka bilirubin tidak bisa larut di dalam cairan empedu. Kemudian, bilirubin ini mengendap dan mengeras menjadi batu empedu yang kebanyakan berwarna coklat tua atau hitam.

 

3. Masalah pada Pengosongan Kantong Empedu

Kantong empedu mestinya dikosongkan secara berkala supaya bisa menggerakkan fungsinya secara optimal. Normalnya, pengosongan ini terjadi saat kandungan makanan yang tiba di usus halus. Namun, cairan empedu dapat bertahan lebih lama dan mengeras di dalam kantong empedu apabila ada keadaan tertentu yang menghambat proses pengosongan.

 

Jenis Batu Empedu

Batu empedu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Batu Kolesterol

Jenis batu kolesterol memiliki warna kekuningan, yang terdiri dari kumpulan kolesterol dan senyawa lainnya yang tidak dapat dicerna tubuh.

 

2. Batu Pigmen

Berbeda dari batu kolesterol, jenis batu pigmen ini berwarna coklat tua dan hitam sebab terkandung persentase bilirubin yang berlebihan.

 

Gejala Batu Empedu

Kasus pembentukan batu empedu ini sebagiab besar tidak mempunyai tanda-tanda yang khas. Namun, tanda-tanda baru akan terasa bila ukuran batu empedu mulai membesar sehingga saluran kantong empedu atau proses pencernaan lainnya jadi tersumbat.

Berikut adalah tanda-tanda sakit batu empedu, antara lain:

1. Adanya Batuan didalam Kantong Empedu

Batuan di dalam kantong empedu ini dapat terdeteksi oleh dokter lewat bantuan ultrasound atau CT scan. Jenis batuan yang ada, yakni batu kolesterol dan batu empedu pigmen.

 

2. Nyeri di Perut Kanan Atas

Gejala ini sering disebut dengan kolik bilier. Banyaknya batu empedu yang menyumbat kantong empedu, membuat cairan empedu tidak mengalir lancar hingga usus kecil. Akibatnya, penderitanya akan merasa nyeri pada perut kanan atas, tepat di wilayah empedu. Biasanya, rasa nyeri ini terasa pada malam hari sebelum tidur, khususnya setelah Anda makan dalam porsi besar.

 

3. Mual dan Muntah

Pembentukan batu ini juga dapat membuat peradangan ringan pada empedu. Pada masalah peradangan kronis, kantong empedu dapat membuat jaringan parut dan kaku, sehingga membuat perut terasa mual dan ingin muntah.

 

4. Demam

Apabila batu empedu sudah menginfeksi kantong atau saluran empedu, maka akan membuat penderitanya jadi demam. Selain itu, demam juga akan muncul ketika aliran enzim pankreas jadi terganggu sehingga membuat peradangan pada pankreas.

 

5. Sakit Kuning (Jaundice)

Jika batu empedu sampai menghalangi aliran bilirubin, maka bilirubin dapat terbawa oleh darah ke seluruh tubuh. Hal ini membuat bagian putih mata, kulit, dan kuku jadi berwarna kuning. Selain itu, warna urin pun akan berubah jadi kuning keruh.

 

Prosedur Operasi Batu Empedu

Operasi batu empedu memiliki dua prosedur yang biasa dokter lakukan, yakni kolesistektomi laparoskopi dan kolesistektomi terbuka. Dokter dapat memilih salah satu prosedur tersebut dengan melihat pada kondisi pasien dan gejala yang pasien rasakan. 

1. Kolesistektomi Laparoskopi

Operasi batu empedu lewat prosedur laparoskopi dapat dilakukan dengan membuat empat sayatan kecil pada perut. Kemudian, alat laparoskopi dapat masuk ke dalam tubuh lewat salah satu sayatan tersebut. Melalui kamera dari alat laparoskopi, dokter dapat melihat visual dari organ kandung empedu lewat monitor, lantas mengidentifikasi masalahnya.

Setelah itu, dokter dapat memasukkan alat bedah lewat sayatan yang lain untuk mengangkat batu empedu tersebut. Kemudian, empat sayatan tersebut dijahit lagi setelah batu empedu sukses terangkat.

 

2. Kolesistektomi Terbuka

Melalui prosedur ini, dokter hanya dapat membuat satu sayatan pada perut bagian kanan, tepatnya di bawah tulang rusuk. Selanjutnya, dokter dapat menarik otot atau jaringan untuk melihat kondisi organ hati dan kantong empedu secara jelas. Dengan begitu, gumpalan atau batu empedu dapat terangkat dan sukses dikeluarkan.

 

Biaya Operasi Batu Empedu

Biaya operasi batu empedu dengan laparoskopi dapat bervariasi, tergantung rumah sakit yang Anda pilih. Berikut adalah estimasi biaya operasi batu empedu dengan laparoskopi di rumah sakit seluruh Indonesia.

 

By roket