Wed. May 25th, 2022

Segala sesuatu pasti miliki kelebihan dan kekurangan masing-masing begitu termasuk bersama minyak bumi, tak hanya beri tambahan manfaat minyak bumi termasuk miliki dampak yang luar biasa bagi keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan sekitar.

Kualitas hawa yang kami hirup bergantung dari mutu lingkungan yang kami tempati, jika kami tinggal di perkotaan bersama kuantitas kendaraan yang banyak maka yakinlah mutu hawa yang kami hirup tidak berkulitas (tercemar). Udara yang sehat adalah hawa yang jauh dari polusi tidak tercemar oleh segala jenis gas apapun.

Barikut ini adalah umpama gas flow meter yang sanggup sebabkan tercemarnya mutu hawa dan dampak dari pembakaran minyak bumi bagi kehidupan seri-hari.

 

Karbon Monoksida (CO)

Gas karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Gas ini terlalu susah untuk dideteksi keberadaannya sebab khasnya yang tidak berbau dan berwarana, namun gas ini terlalu berbahaya bagi kesegaran sebab pada rendah sanggup menimbulkan sesak dan pucat.

Pada takaran yang lebih tinggi sanggup sebabkan pingsan dan lebih dari itu adalah kematian. Gas CO terlalu berbahaya sebab sanggup membentuk senyawa bersama hemoglobin membentuk HbCO, dan ini merupakan racun bagi darah.

Pembentukan gas CO ini berawal dari pembekaran yang tidak prima dari bahan bakar minyak bumi. Salah satunya adalah pembakaran bensin, pembakaran bensin pada kendaraan bermotor sanggup menimbulakan pembakaran yang tidak sempurna.

Sumber lain yang sanggup sebabkan terjadinya gas CO adalah pembekaran tidak prima yang berlangsung di dalam proses industri, umpama lainnya termasuk terkandung di dalam pembakaran sampah, pembakaran hutan, kapal terbang, dan lain-lain.

 

Karbon Dioksida (CO2)

Karbon Dioksida (CO2) mempunyai ciri-ciri yang hampir sama bersama gas CO sama-sama tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Karbon Dioksida (CO2) dihasilkan oleh pembakaran kendaraan bermotor, semakin banyak kendaraan dan kuantitas pabrik yang beroperasi, maka semakin meningkat pula kuantitas atau takaran CO2 di hawa kita.

Keberadan CO2 memang tidak berakibat langsung bagi manusia namun di dalam jangka kala yang lama jika hawa yang kami hirup sehari-hari sudah tercemar gas CO2 maka tidak menutup barangkali kami akan mengalami gangguan layaknya pernapasan.

 

Oksida Belerang (SO2 dan SO3)

Oksida belerang (CO3) mempunyai ciri-ciri yang tidak berwarna namun terlalu berbau terlalu menyengat supaya sanggup sebabkan sesak napas pada takaran yang rendah. Oksida belerang (CO3) dihasilkan dari oksidasi belerang yang terlarut di dalam bahan minyak bumi dan juga pembakaran belerang pada industri pertambangan.

Akibat dari oksida belerang ini sanggup menimbulkan hujan asam. Hujan asam ini yang terlalu berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia, hujan asam ini termasuk sanggup sebabkan korosi pada logam.

 

Oksida Nitrogen (NO dan NO3)

Gas nitrogen monoksida miliki ciri-ciri yang berwarna, yang pada konsentrasi tinggi sanggup menimbulkan keracunan. Gas ini termasuk menjadi slah satu yang sebabkan terjandinya hiajan asam.

Berikut ini adalah reaski pembentukan hijan asam yang diakibatkan oleh keberadaan gas nitrogen monoksida di hawa yang sebabkan gas nitrogen turut terbakar bersama oksigen.

By toha