Cara Mengembangkan Bisnis UMKM yang Efektif dan Wajib di Coba

Salah satu penyumbang terbesar ekonomi Indonesia adalah sektor usaha mikro kecil dan
menengah. Inilah mengapa kemudian pemerintah gencar sekali memberikan dukungan untuk
sektor bisnis yang menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi dunia tahun 2008 silam.
Bisnis UMKM terbukti berhadil menghadapi krisis global, yang membuat perekonomian di
banyak negara di dunia, rontok. Untuk menghadapi persaingan di pasar global, harus diakui
memang tidak mudah. Apalagi produk UMKM lokal harus bersaing dengan produk dari negara
lain.
Untuk menyiasatinya, tentu saja butuh strategi yang jitu, agar bisnis UMKM lokal dapat bersaing
menghadapi persaingan global.
Lantas, bagaimana sih, cara mengembangkan bisnis UMKM yang efektif? Pada artikel kali ini,
kami aklan berbagi dengan kamu, para pebisnis UMKM, tentang cara mengembangkan bisnis
UMKM yang efektif.

Bisnis UMKM, Apa Itu?


UMKM adalah istilah yang tak asing di telinga masyarakat Indonesia. UMKM adalah akronim
dari usaha mikro kecil dan menengah.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika sebuah usaha ingin dilabeli sebagai UMKM.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan pengertian UMKM, lengkap dengan kriteria dan
contohnya. Hal ini tertuang pada dalam UU nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah.
UMKM diartikan sebagai bisnis yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, tau badan usaha
ukuran kecil. Terdapat beberapa kriteria penggolongan UMKM. Seperti omzet per tahun, jumlah
aset, dan jumlah karyawan.
Sedangkan usaha yang tidak termasuk dalam bisnis UMKM, umumnya dikategorikan sebagai
usaha besar. Yaitu usaha ekonomi porduktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah
kekayaan bersih, atau jumlah penjualan tahunan yang lebih besar daripada usaha menengah.
Yang termasuk dalam bisnis ini meliputi BUMN, perusahaan swasta besar, usaha patungan dan
usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.

Jenis-Jenis UMKM
UMKM juga memiliki beberapa jenis, lho. Jenis, atau kategorisasi ini disesuaikan dengan
akronim UMKM itu sendiri.
Berikut adalah jenis-jenis UMKM yang harus kamu tahu:
Usaha Mikro


Usaha mikro adalah lini usaha produktif milik perorangan dan atau badan usaha perorangan
yang memenuhi kriteria usaha mikro, sebagaimana yang diatur dalam UU diatas.
Omzet usaha mikro dalam setahun, paling banyak adalah 300 juta. Dan jumlah aset bisnis
maksimal 50 juta, diluar aset tanah dan bangunan.
Seringkali dalam pengelolaan keungannnya, uang untuk usaha tercampur dengan uang pribadi
pemilik. Yang termasuk bisnis UMKM mikro adalah pedangang kecil di pasar, bisnis pangkas
rambut pinggir jalan, dan lain sebagainya.

Usaha Kecil
Kemudian ada usaha kecil. Usaha kecil adalah bisnis yang berdiri sendiri, dilakukan orang per
orang atau badan usaha. Yang termasuk dalam kategori ini adalah anak perusahaan atau
bukan anak perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian, baik tidak langsung, dari
kriteria usaha menengah yang dimaksudkan UU UMKM.
Yang termasuk dalam kategori usaha kecil, antara lain: memiliki kekayaan Rp 50 juta sampai
dengan Rp 500 juta. Sedangkan penjualan per tahunnya mencapai 2,5 miliar.

Usaha Menengah
Yang termasuk dalam bisnis menengah adalah bisnis yang sudah memiliki aset di luar tanah
dan bangungan diatas 500 juta per tahun. Selain itu, yang termasuk usaha menengah adalah
bisnis yang memiliki omzet usaha lebih dari 2,5 miliar per tahun.
Tak hanya pengelolaan keuangan yang sudah terpisah, usaha menengah umumnya sudah
memiliki legalitas. Misalnya kepemilikan NPWP dan dokumen legalitas lainnya. Sehingga
secara operasional sudah resmi dan diakui oleh negara.

Cara Mengambangkan Bisnis UMKM yang Efektif
Lantas, apa cara yang harus ditempuh agar bisnis UMKM bisa berkembang? Berikut adalah
cara mengembangkan bisnis UMKM yang bisa kamu coba:

1. Meningkatkan kualitas pelayanan
Cara pertama mengembangkan bisnis UMKM adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan.
Banyak pengusaha UMKM yang lebih fokus pada mutu produk dan seringkali melupakan
pelayanan yang bagus ke konsumen.
Pelayanan yang baik, tentu saja dapat meninggalkan kesan yang baik di mata konsumen. Bisa
jadi, yang sebelumnya belum pernah mendengar tentang bisnismu, malah jadi pelanggan setia
karena pelayanan prima yang kamu berikan.
Saran yang membangun dan kritik dari pelanggan adalah cara terbaik untuk mengetahui
masukan terbaik dari konsumen.

2. Menggunakan internet untuk promosi
Cepat atau lambat, semua akan digital pada waktunya. Dan sebagai pengusaha, tentu kamu
tak bisa mengelak dari fakta tersebut.
Karena itu, sudah saatnya kamu melirik pemasaran via internet untuk berpromosi. Promosi
menggunakan internet terbilang sangat efektif untuk banyak hal. Mulai dari brand awareness,
bahkan sampai dengan penjualan.
Salah satu cara terbaik internet marketing adalah dengan website. Memiliki website usaha yang
bagus bisa membantu bisnismu lebih luas dikenal orang.
Untuk membuat website, kamu tak perlu pusing. Karena ada Jasa Pembuatan Website terbaik
yang siap menjawab kebutuhanmu tentang website yang bagus.

4. Mengikuti festival UMKM
Salah satu cara untuk mengenalkan bisnis UMKM yang sedang kamu jalankan adalah
mengikuti festival UMKM. Walaupun zaman serba digital, bukan berarti boleh melupakan ranah
offline untuk berpromosi.
Pada festival UMKM, ada banyak orang yang datang. Kamu bisa mempromosikan usaha pada
pengunjung festival. Pengunjung festival yang tertarik dengan sebuah produk UMKM biasanya
akan banyak bertanya pada usaha UMKM yang bersangkutan.
Untuk memudahkan pengunjung, tak ada salahnya untuk mencantumkan website usaha
dengan domain bisnis yang kamu miliki.

5. Memanfaatkan platform ecommerce
Kehadiran ecommerce dan website toko online, memberikan angin yang segar untuk para
pelaku bisnis UMKM. terlebih lagi saat ini ada banyak orang yang sudah beralih untuk belanja
secara online dibandingkan secara offline.
Kamu bisa menggunakan platform e commerce untuk memasarkan produkmu. Jika bergabung
di platform ecommerce, kamu harus mengikuti segala ketentuan dari ecommerce tersebut.
Jika ingin lebih “bebas”, kamu bisa membangun website toko online sendiri. Selain produk
untuk dijual, yang harus kamu siapkan adalah domain murah dan hosting terbaik.

6. Menggunakan sistem keuangan digital
Untuk melengkapi website UMKM yang telah kamu buat tadi, penggunaan sistem keuangan
digital adalah kombinasi yang sempurna.
Dengan sistem keuangan digital yang terintegrasi, tentu saja memberikan kemudahan bagi
pelanggan yang ingin bertransaksi.
Hanya saja, agar transaksi digital lebih aman, pastikan websitemu menggunakan teknologi
yang menjamin keamanan transaksi digital. Salah satu tools untuk mengamankan transaksi
digital adalah SSL atau Secure Socket Layer.
Kamu bisa mendapatkan layanan SSL gratis pada penyedia hosting terbaik Indonesia. Jadi,
pastikan websitemu sudah dilengkapi dengan SSL untuk meningkatkan keamanan dan
kepercayaan pelanggan.

Penutup
Mengembangkan bisnis UMKM di era digital sangat penuh dengan tantangan. Namun, bukan
berarti digital adalah halangan. Digital adalah masa depan.