Tue. Jun 28th, 2022

Ada dua model penyebab suatu cairan mengalir, yaitu dikarenakan pakai pompa dan perbedaan ketinggian. Aliran yang mengandalkan model gravitas, membuat pembacaan debit air tidak berfungsi dengan maksimal. Untuk menghindari perihal ini kami harus memilih model flow meter yang mampu membaca aliran yang lambat atau low flow velocity.

Untuk debit air dengan flow velocity di bawah 0.3 m/s sebaiknya pakai flow meter yang pakai sensor. Gunakan model flow sensor yang mempunyai kekuatan menangkap dan membaca laju aliran di bawah 0.1 m/s. Ini mutlak untuk aliran yang mengandalkan model gravitasi dan mempunyai debit tidak stabil dengan diferensial flow ranege yang besar.

Jenis alat ukur debit air yang mampu mewakili ini, dengan harga dan akurasi lumayan adalah magnetic flow meter. Namun untuk Ukran yang besar model clamp on ultrasonic flow meter akan lebih tepat. Disamping harga, cost instalasi flow meter ultrasonic model clamp on akan unggul ketika dipasang pada diameter pipa diatas 6″.

Meteran air model flow meter ultrasonic saat ini banyak digunakan di industri pengolahan limbah dan produksi air bersih maupun irigasi. Harga flow meter ini diakui mahal, namun dinilai tidak mahal terkecuali diaplikasikan pada diameter pipa yang besar.

 

Flow Meter Ultrasonic

Flow meter ultrasonic merupakan flowmeter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran air dengan pakai ultrasound. Dengan pakai transducer ultrasonic flowmeter mampu mengukur kecepatan biasanya aliran fluida. Dapat dihitungnya biasanya perbedaan saat pada pengiriman signal dan penerimaan signal, dengan arah aliran akan didapatkan flow velocity. Dikalkulaiskan dengan luasan penampang pipa maka mampu didapatkan flow rate atau volume flow aliran dalam pipa.

 

Jenis Ultrasonic Flow Meter

Flow meter ultrasonic model clamp on mampu di pasang pada beraneka model material pipa dan beraneka ukuran diameter pipa. Diameter pipa yang mampu dipasang menjadi berasal dari DN 15 sampai DN600. Water meter model ultrasonic ini mempunyai akurasi 1% untuk yang single channel dan 0,5% untuk yang multi channel.

Berikut ini model flow meter ultrasonic berdasarkan kegunaan dan cara Instalasi:

Portable flow meter
In-Line Ultrasonic Flow Meters
Insertion ultrasonic Flow Meters
Clamp-On Ultrasonic Flow Meters
Open Channel Flow Meter
Inline Ultrasonic flow meter

Ultrasonic Flowmeter yang paling disukai adalah model flowmeter yang cara installasinya pakai proses clamp on. Cara instalasinya tidak harus memotong pipa maupun melubangi pipa. Karena itu asumsi sebagaian besar para enginner terkecuali disodorkan flow meter ultrasonic selamanya di indentikan clamp on flow meter.

Flow meter model ultrasonic, merupakan satu-satunya flow meter yang mempunyai model clamp on. Sehingga saat laksanakan installai tidak harus mematikan aliran cairan dalam pipa terlampau lama. Dalam me reset parameter saat yang diperlukan lebih kurang 1 menit.

Padahal, flow meter ultrasonic ada termasuk yang cara instalasinya harus mematikan pompa atau menutup valve. Flow meter ultrasonic model ini dekanl dengan makna inline ultrasonic flow meter. Setelah pipa dipotong, dilanjutkan dengan pemasangan koneksi flange atau membuat ulir atau tri clamp connection.

 

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

Ultrasonic Flow meter yang banyak disukai oleh enginner adalah model clamp on, dikarenakan instalasinya yang cepat dan mudah. Cara instalasinya, tidak harus memotong atau melubangi pipa Fill Rite Flow Meter, namun transducer lumayan ditempel pada permukaan luar pipa yang udah ditreatment.

Flowmeter ultrasonic merupakan model flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan pakai ultrasound. Sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir mampu terbaca di transmitter ultrasonic. Dengan pakai sensor ultrasonik atau transducer ultrasonic mampu mengukur kecepatan biasanya aliran fluida dalam pipa.

Flow meter clamp on ultrasonic mempunyai output analag 4-20 mA, alarm, relay, pulse maupun communication RS232 atau RS485. Sedangkan untuk flow transmitter atau ultrasonic flow computer ada yang berjenis wall mount, pannel mount maupun pipe mount. Sedangkan untuk power suplai termasuk ada yang pakai AC 220 VAc maupun 24 Vdc

Flow Meter Open Channel

Flow meter open channel, banyak diaplikasikan pada aliran pada proses saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.

Pada dasarnya, flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan perhitungkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran mampu pakai transit time flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan, level atau ketinggian permukaan aliran mampu pakai ultrasonic level sensor atau radar sensor.
Penggabungan velociti dengan luas penampang mampu membuahkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam kanal.

By toha