Wed. Sep 28th, 2022

UNESCO Tetapkan Gamelan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Dengan memiliki ragam budaya di Indonesia sehingga menghasilkan berbagai kesenian yang unik dan menarik, salah satunya adalah alat musik tradisional.

Dari tampilan, ada banyak bentuk alat musik tradisional khas Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari budaya luar, seperti dari Arab, China, hingga Barat. Hal ini dikarenakan terjadinya akulturasi budaya sehingga sangat berpengaruh dalam perkembangan alat musik tradisional di beberapa daerah di Nusantara.

Lantas, apa saja alat musik tradisional yang ada di berbagai daerah di Indonesia? Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini akan memberikan informasi terkait alat-alat musik tradisional di Indonesia sebagai berikut:

  1. Kolintong

 

Kolintong mempunyai bentuk yang mirip dengan Piano. Tetapi hal ini berbeda, Kolintong merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara dan tepatnya di Minahasa. Untuk cara memainkannya sendiri yaitu dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul yang khusus, dan menghasilkan suara dengan nada mulai dari do, re, mi, fa, sol dan lain-lainnya.

 

  1. Gendang Panjang

 

Gendang merupakan salah satu alat musik yang sangat dikenal oelh kebanyakan masyarakat di Indonesia. Gendang Panjang sendiri merupakan jenis alat musik yang berasal dari Kepulauan Riau, yang dimainkan untuk mengiringi lagu.

 

  1. Bonang

 

Alat musik tradisional berikutnya yang ada di Indonesia adalah Bonang. Tentunya bagi anda yang pernah melihat pertunjukan musik daerah, seperti tari tarian dan lain sebagainya. Pasti, sudah tidak asing lagi dengan jenis alat musik yang satu ini. Yah, jenis alat musik yang satu ini seringkali ditampilkan untuk mengiringi lagu dan tarian tertentu. Selain itu, Bonang juga seringkali dimainkan bersama dengan Gamelan.

 

  1. Bangsi Alas

 

Bangsi Alas merupakan alat musik khas Indonesia yang berasal dari daerah Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Alat musik yang terbuat dari bambu ini dimainkan dengan cara ditiup. Konon menurut kepercayaan sekitar pembuatan bangsi ini ada hubungannya dengan orang yang sudah meninggal dunia di kampung atau desa tempat alas dibuat. Jika diketahui ada seseorang yang meninggal dunia, maka bangsi dibuat dan sengaja dihanyutkan ke sungai.

 

  1. Arbab

 

Arbab merupakan alat musik tradisional yang berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Alat musik yang terdiri dari 2 bagian, yakni arbab (instrumen induknya) dan penggeseknya (stryk stock) ini dimainkan dalam acara hiburan rakyat, seperti pasar malam. Alat musik ini terbuat dari bahan tempurung kelapa, kulit kambing, kayu, dan dawai.

 

  1. Serune Kalee

 

Alat musik tradisional ini bernama Serune Kalee, yang berasal dari Aceh. Serune Kalee merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara meniup, sama halnya dengan Seruling. Serune Kalee ini menghasilkan berbagai bunyi suara, seperti dari aerofon dan masih banyak lagi.

 

  1. Saluang

 

Seluang, sekilas mempunyai bentuk yang mirip dengan Seruling. Tetapi bedanya, alat musik tradisional ini berasal dari daerah Minangkabau, Sumatra Barat. Selain itu, Salung juga merupakan alat musik tiup dan bunyi yang menghasilkan aerophone. Di Saling, terdapat 4 lubang dan juga terdapat pengaturan nada di dalam Salung yang harus di terapkan dengan benar.

 

  1. Aramba

 

Alat musik tradisional ini berasal dari daerah Sumatra Utara, jenis alat musik ini adalah aramba. Aramba sendiri, merupak alat musik tradisionla yang seringkali digunakan dan dimainkan saat upacara adat dan pernikahan. Cara untuk mamainkan aramba yaitu dengan cara dipukul. Selain itu, Aramba mempunyai ciri yang khas yaitu mempunyai bentuk yang bulat dan terdapat tonjolan bulat kecil pada bagian tengahnya.

 

 

 

 

By sartika