Wed. Jan 19th, 2022

sumber : www.bundapedia.com

Pemikiran Mam saat ngelonin (menidurkan) sang kecil memang sukai acak. Walau menidurkan anak terkadang tidak gampang, tetapi hal itu jadi peristiwa yang sering membuat Mam memikiran beberapa hal yang terkait dengan masa datang sang kecil. Untuk beberapa Mam, ngelonin anak jadi peristiwa quality time bersama anak yang sekalian dapat istirahat sesaat. Itu kenapa sering ada pertimbangan acak mengenai sang kecil.

 

Berikut pikiran acak yang sering tebersit di pikiran Mam saat ngelonin anak yang kemungkinan terkait dengan Mam semua di luaran sana!

 

1.”Anak ini nanti jika sudah besar kurang lebih malu tidak jalan sama mama papanya?”

 

Saat si kecil yang ditidurkan tidak segera tidur dan cuman bermain di kasur, Mam umumnya kerap tebersit beberapa pertimbangan acak. Sekalian melihat sang kecil, Mom sering pikirkan seperti, “Jika sudah besar kurang lebih malu tidak jalan sama mama papanya? Malu tidak menggamit mama papanya?”. Semua Mam kemungkinan sering mikir demikian karena cemas kehilangan rasa sayang anak ke orang tua.

 

2.”Anak ini nanti akan punyai hoby yang serupa dengan mama papanya tidak, ya?”

 

Bahkan karena sangat randomnya, Mam sering berpikiran apa nanti anak punyai hoby yang serupa dengan dianya dan Dads. Kemungkinan jika sekeluarga punyai hoby yang serupa, tentu akan membahagiakan. Tetapi jadi orang tua tidak dapat memaksakan anak untuk ikuti kegemaran apakah yang orang tuanya gemari. Untuk sekedar tebersit apa yang nanti anak gemari, lumrah kok Mam!

 

3.”Anak ini nanti cinta pertama kalinya seperti apakah ya orangnya”

 

Pemikiran acak seorang Mam dapat sampai ke beberapa hal pertalian cinta anak lo. Bahkan demikian ingin tahu dengan cinta pertama si anak nanti seperti apakah. Terkadang aneh, tetapi ya demikianlah pemikiran acak seorang ibu sampai pikirkan pertalian cinta sang anak yang sekarang ini masih kecil.

 

4.”Anak ini nanti akan narasi cerita cintanya sama mama papanya tidak, ya?”

 

Yang diharap orangtua saat anak beranjak remaja ialah dapat terbuka dan memandang orangtua sebagai rekan. Saat menidurkan anak yang tidak segera tidur, sering terbesit di pikiran Mam mengenai apa nanti sang anak akan terbuka dalam soal hubungan cintanya. Jadi orang tua memang tidak pernah memaksakan anak ingin terbuka apa tidak, namun akan berasa lebih suka saat anak terbuka terutamanya dalam soal pertalian cinta.

 

5.”Anak ini nanti pasangannya lebih elok atau tampan dari mama atau papanya tidak, ya?”

 

Rasa penasaran orangtua pada masa datang anak akan ada selalu. Faktanya, dalam soal menidurkan anak saja dapat sampai tebersit pertimbangan seperti apakah pasanganya nantinya. Bahkan juga ada yang ingin tahu mengenai rupa calon pasangan anaknya sampai berpikiran apa lebih cakap dari mama papanya? Rasa ingin tahu ini jadi wajarm khususnya saat anak-anaknya masih kecil dan tidak siap tentang seperti ini.

 

6.”Kalau saya meninggal dan ia masih kecil, siapakah yang ngertiin penginnya anak ini, ya?”

 

Semua orang tua tentu mencemaskan mengenai kehidupan anak misalkan mereka diundang Yang Maha Kuasa saat anak masih kecil. Umumnya ini tebersit di pikiran saat anak telah lelap. Karena sangat sayangya, seorang ibu benar-benar mencemaskan siapakah yang nanti dapat mengerti dan paham apa penginnya sang anak saat dia mendadak wafat.

 

Bagi beberapa Mam, kemungkinan event menidurkan anak akan bernilai. Ada yang sekalian membacakan dongeng, ada yang berbicara dengan anak dan langkah yang lain. Yang paling membagikanakan dari ibu ialah menyaksikan anaknya lelap, lalu tebersit beberapa pertimbangan acak sekitar masa depan anak.

By andut